You are here

RUBRIK

Pengalaman Naik Busway

Barangkali kita semua sering mendengar dan melihat melalui media televisi, yang namanya busway. Alat transportasi untuk mengurangi kemacetan  oleh Pemprov DKI Jakarta yang lebih dikenal juga dengan Trans Jakarta itu memang dikhususkan untuk masyarakat umum agar lancar dan cepat sampai  tujuan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Jakarta memang sangat parah sekali dengan kemacetan, Kota yang dikenal juga dengan sebutan Metropolitan ini sangat-sangat membuat orang tidak ada matinya aktifitas baik siang maupun malam.

    Tahun 2011 lalu tepatnya tanggal, 23 bulan September saya bersama seorang teman menghadiri wisuda sepupu. Kami mencoba merasakan bagaimana sesungguhnya naik busway. Ya, kalau sekitar pukul 09.00 WIB pagi sampai pukul 15.00 WIB sore mungkin suasana  agak nyaman dan lumayan lancar, bila dibandingkan dengan naik kendaraan pribadi. Tetapi akan sangat terasa susah jika berpergian di waktu sore hari sekitar pukul 16.00 WIB, bisa-bisa akan berjam-jam antrean di terminal tunggu.
    Pasalnya di sore harilah puncak para pengguna busway, kita akan merasakan betapa sulit dan sakitnya saat akan naik ke dalam busway. Ini dikarenakan para penumpang yang berebut naik ke dalam, sangat menyulitkan bagi orang yang tidak terbiasa dengan suasana demikian.
    Tidak ada ketertiban dan budaya antre ditambah kondisi berdesak-desakan membuat kita jadi tidak enak, untuk menggunakan fasilitas yang dibanggakan oleh Pemprov DKI sebagai alat transportasi bebas macet. Menurut hemat saya, dengan adanya busway tak ada perubahan apapun terhadap kondisi macet di Jakarta. Di sisi lain area jalur busway, ternyata digunakan para pengendara angkutan lain sehingga kita yang ingin cepat sampai tujuan sama saja dengan menggunakan angkutan umum biasa.
    Kita yang akan berpergian pukul 16.00 WIB sore, akan sampai ke tempat tujuan pukul 21.00 WIB. Toh, dengan berbagai macam sarana yang digunakan untuk mengatasi kemacetan di Jakarta, tidak akan bisa terealisasi selama pengguna jalan tidak mematuhi rambu-rambu yang ada. “Padahal jalan tol sudah ada di mana-mana, ditambah lagi adanya busway malahan kemacetan sama seperti dulu-dulunya,” kata seorang teman yang sudah lama di Jakarta bergumam.
    Saya membayangkan, di Kota Pontianak  walaupun macet tetapi tidak separah di Jakarta, kalau tidak dari sekarang menata pelebaran jalannya maka 10 tahun ke depan bisa-bisa akan sama persis dengan kondisi di Jakarta. Sebagian besar waktu orang-orang di Jakarta banyak dihabiskan di jalan. Pergi  berangkat kerja pukul 07.00 WIB pagi dan pulang sore pukul 16.00 WIB, akan sampai di rumah pukul 21.00 WIB  bahkan pukul 22.00 WIB malam.
    Pantasan saja Jakarta boleh dibilang kota yang tidak pernah tidur. Walaupun parah macet tiap saat, tetapi tidak menyurutkan para pendatang dari berbagai daerah untuk datang dan mencoba mengais rejeki di Jakarta. Saya pun jadi  berpikir. “Bersykurlah kita yang hidup Kalbar dengan kondisi penduduk yang masih sedikit, dengan suasana yang masih terbilang bisa terkendali membuat kita tidak “stress,” dengan kondisi lingkungan. Dan saya pun tidak ingin berandai-andai tinggal  apalagi menetap di sana,” Begitulah harapan saya.
    Semoga catatan ringkas ini bisa memberikan gambaran akan kehidupan lalu lintas yang ada di Jakarta, dijadikan sumbangsih pemikiran bagi pengambil kebijakan menata kota di Kalbar dari sejak dini. Semoga!! (Yogi Pusa)

Potensi SDA Peluang Masuk MP3EI

Melimpahnya Sumber Daya Alam (SDA) di Kalbar, menjadi peluang masuknya berbagai SDA Kalbar masuk dalam program master plan Percepatan dan Perluasan Ekonomi (MP3EI).

Wakil Gubernur Kalbar Christiandy Sanjaya mengatakan, untuk menindaklanjuti Perpres No 32 tahun 2010 tentang MP3EI, Pemprov Kalbar terus melakukan berbagai langkah, terutama dalam pengelolaan  potensi SDA yang ada. Jika pada tahun 2011 telah mengusulkan program dari Antam tentang alumina, maka 2012 ini banyak potesni SDA yang akan diusulkan masuk ke program MP3EI.

“Untuk itu dibutuhkan investasi APBN, BUMN maupun swasta nasional  atau swasta asing,” katanya.

Karena pada prinsipnya Kalbar masih memiliki peluang untuk mengajukan sejumlah potensi SDA ke dalam MP3EI, termasuk jalan pararel perbatasan yang memang investasinya dari APBN.

“Saya optimis, jika semua koridor serentak dengan dana dari berbagai investor tersebut, optimis di Indonesia termasuk di Kalbar akan terjadi pembangunan yang luar biasa dalam waktu yang singkat di semua koridor,” katanya.

Meskipun pertumbuhan ekonomi Kalbar pada 2011 sebesar 5,9 masih di bawah rata-rata nasional sebesar 6,5 persen, namun jika dilihat dari tahun ke tahun terjadi trend kenaikan yaitu 4,94 persen tahun 2009, 3,35 persen tahun 2010 dan 5,9 persen tahun 2011.

Kata dia sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Pemprov Kalbar harus mendukung dan mensukseskan program MP3EI tersebut, apalagi akan memberikan peluang bangsa Indonesia menjadi bangsa yang besar dan diperhitungkan dengan adanya percepatan dan perluasan ekonomi yang selama ini menjadi kendala utama percepatan pembangunan, termsuk di Kalbar.

“MP3EI akan membawa bangsa Indonesia menjadi bangsa yang besar dan diperhitungkan karena ada percepatan dan perluasan,” katanya.

Distanak Kembangkan IB dan Kawin Alami

Distanak Kalbar akan mengembangkan sistem Insiminasi Buatan (IB) dan kawin alami guna peningkatan produksi ternak di Kalbar. Selain itu, Distanak juga akan memperbaiki sistem reproduksi dan mutu pakan ternak. Hal tersebut diungkapkan Kadis Peternakan Kalbar, Abdul Manaf,belum lama ini.

Ia mengatakan, pihaknya selain akan menjaring sapi betina produktif agar jangan sampai ada yang dipotong, pada 2012 juga akan memperbaiki sistem reproduksi dan mutu pakan ternak, pengendalian penyakit menular, serta pengembangan sapi dengan IB atau kawin suntik.

“Pengembangan ternak sapi dengan IB ini sudah dilakukan di semua kabupaten kota, namun 2012 ini akan terus dilakukan pengembangannya kepada masyarakat,” ujarnya.

Meskipun tingkat keberhasilan IB masih di bawah sistem perkawinan alami, namun jika kesemuanya berjalan sesuai potensi dan kondisi daerah masing-masing, dirinya optimis akan mampu mewujudkan swasembada daging sapi 2014.

Hal yang serupa juga diungkapkan Kadis Pertanian dan Peternakan Kubu Raya, Suharjo menyatakan pengembangbiakan sapi dengan sistem IB memang tingkat keberhasilannya baru sekitar 60 persen, karena terkendala kesiapan peralatan dan jarak lokasi.

Nelayan Butuh Pembinaan dan Pendampingan

  Untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan, sekaligus menghindari ketergantuanya terhadap tengkulak, pemerintah hendaknya terus menggalakkan  pembinaan dan pendampingan manajemen keuangan kepada nelayan.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HSNI) Kabupaten Kubu Raya (KKR) Bahtiar mengatakan akibat banyaknya tengkulak para nelayan tidak dapat menjual hasil tangkapannya sesuai dengan harga yang sebenarnya. Selain itu masih berkeliarannya tengkulak,  kehidupan tidak mengalami kemajuan, karena nelayan terpaksa sangat tergantung kepada tengkulak, sehingga banyak nelayan yang terjerat umpan manis tengkulak. 

Bahtiar mengakui, selama ini pemerintah sudah berbuat banyak baik sarana maupun prasarana namun bantuan tersebut belum optimal.

“Untuk itu saya berharap, pemerintah terus menggalakkan  pembinaan dan pendapingan manajemen keuangan kepada nelayan, karena pembinaan dan pendampingan yang dilakukan selama ini belum optimal,” ungkap Bahtiar.

Dia menambahkan pembinaan dan pendampingan tesebut terkendala karena daerah-daerah pesisir yang tidak terfokus di satu wilayah dan terkotak-kotak .

Kepala Dinas Kelautan Dan Perikanan Kalbar Gatot Rudiono mengatakan, berbagai program untuk membantu meningkatkan pendapat nelayan akan terus  dilakukan, seperti pemberian bantuan kapal kepada nelayan yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUB) yang akan terus diprogramkan.

Bahkan kata dia di tahun 2012 ini rencananya akan memberikan 4 kapal lagi kepada KUB nelayan di daerah yang sudah siap dan mengajukan ke dinas kelautan dan perikanan Kalbar yang tidak menutup kemungkinan akan bertambah.

“Saya mendorong koperasi-koperasi yang ada salah satunya koperasi pesisir dan credit union, agar para nelayan melakukan simpan pinjam,” pungkasnya.

Halaman 10 dari 648