Hari Senin, 9 Maret 2012, sesudah istirahat makan siang di pinggiran kota Amman. Waktu sudah menunjukkan pukul 2 siang rombongan kami melanjutkan perjalanan, mengunjungi situs akeologikal Petra.
Kota Petra sebuah kota kuno di Yordania adalah situs purbakala yang dikelilingi gunung-gunung yang tingginya sekitar 1000-an meter dari permukaan laut. Kawasan tertinggi di wilayah ini yang disebut Gunung Harun / Jabal Harun, yang dapat kami saksikan di sisi kanan jalan dan di ketinggian puncaknya terlihat sebuah batuan, berwujud patung manusia raksasa. Di situlah konon katanya terletak makam Harun, yakni adiknya Nabi Musa. Begitulah menurut penjelasan tour leader kami, Pak Ben Tobing.
Letak Petra di ketinggian dan berupa dataran terhampar di lembah yang terlindung dinding karang batu, membuatnya sangat strategis. Kota Petra awalnya dibangun bertujuan sebagai tempat berlindung dari badai pasir gurun, dan sebagai tempat pertahanan dari serangan musuh .Suku pengembara, Nabatean terkenal memiliki keahlian yang hebat dalam membuat rancang bangun sistem jaringan drainage kota dan sistem tempat penyimpanan cadangan air bersih yang vital bagi para musafir yang berlalu lalang di tengah tengah gurun. Petra memiliki benteng alami berupa perbukitan dinding berbatu, menjadikannya tempat persinggahan yang aman bagi para pedagang pedagang dari berbagai suku bangsa dan penjuru benua yang melintasi, sehingga akhirnya berkembang menjadi tempat transit perdagangan yang ramai sebagai jalur distribusi barang barang antara Eropa dengan Timur Tengah.
Sekitar tahun 106 M kota Petra ditaklukkan oleh Imperium Tentara Romawi sehingga perannya dalam lintas perdagangan pun melemah. Apalagi secara perlahan sampai sekitar 700 M, sistem tata air kota Petra yang menghidupkan penduduknya hancur dan beberapa bangunan utamanya menjadi puing. Petra pun perlahan menghilang keberadaannya dari dunia luar, dan tinggal legenda. Sampai pada 1812, untunglah ada, seorang petualang berkebangsaan Swiss , Johann Burckhardt, menemukan kembali situs kota purba tersebut, dan legenda Petra pun terekspos diketahui dunia modern, dikenang sebagai simbol teknik dan pertahanan yang unik.
Suku Nabatean yang mendiami Petra awalnya adalah penyembah berhala, mewariskan sisa-sisa situs bangunan kuil Agung yang megah.
Sekitar 2 jam perjalanan atau pukul 4 sore akhirnya tiba di gerbang situs di kota Petra ini, kami cukup terharu dan merasa beruntung ada kesempatan dapat menyaksikan langsung situs arkeologikal di Negeri Yordania, warisan dari peradaban zaman nabi-nabi, dan situs ini sudah ditetapkam UNESCO-PBB sebagai salah satu dari 7 keajaiban Dunia dari peradaban manusia.
Untuk mengunjungi kuil kuno agung, kami telah dipersiapkan masing-masing 1 tiket masuk,
Berlaku: one day over night ticket , amount 50.00 J.D.
Kunjungan wisatawan dibatasi sampai pukul 18.00 waktu setempat.
Kuil kuno ini terletak kurang lebih 2 Km. dari gerbang masuk, yang dapat ditempuh dengan 3 cara. Yaitu: 1) Berjalan kaki. 2) Naik kuda yang dituntun petugasnya dengan pembayaran sewa kuda US$.3.-dan penuntunnya US$.3, total US$ 6 untuk pulang-pergi. 3) Sewa dokar yang bisa muat 2 orang, dengan pembayaran sewa dokar US$.15,-per penumpang , Sais/kusirnya US$3 dan tip US$2,-- atau total per penumpang US$.20,-Rombongan kami yang memilih sewa dokar hanya 8 orang, termasuk kami berdua ( karena kaki istri kurang kuat pasca operasi by pass), selebihnya yang muda-muda pada naik kuda dan berjalan kaki. Jalannya benar-benar masih tanah alami / asli, tidak rata dengan batu-batuan besar dan kecil.
Pengalaman duduk di dalam dokar tidak enak, terguncang / ombang-ambing ke kiri dan ke kanan , apalagi dokar nya bukan jalan perlahan, tetapi kudanya berlari cepat, khususnya sewaktu melalui jalan yang berlobang-lobang asli bebatuan pegunungan, dalam hati rasanya mau minta turun dari dokar saja, ini menjadi pengalaman pertama dan juga terakhir kali. Akhirnya sampai juga di tujuan, sesudah “tersiksa” kira-kira 15 menit. Kami harus catat dokarnya dan nama kusirnya, karena sewaktu akan kembali ke tempat keberangkatan, kami harus pakai dokar yang sama sekalian membayar ongkosnya.
Melihat kuil kuno agung tersebut, memang luar biasa seni dan pahatan/ukirannya pada batu karang di tebing yang tinggi oleh seniman-seniman pada masa 2000 tahun yang lalu. Sulit dimengerti bagi orang awam, bagaimana saat itu dan dengan cara apa, mereka memahat serta mengukir batu karang ini. Wajarlah oleh UNESCO-PBB mengumumkan, objek ini merupakan salah satu dari 7 keajaiban dunia.
Sesudah, berkeliling, melihat lihat, dan mendapat penjelasan panjang lebar dari tour guide di seputar situs serta berfoto-foto untuk dokumentasi, kembali lagi saya dan Ibu “berdokar ria” menuju bus wisata kami. Waktunya sudah menunjukkan jam 17.30, rombongan melanjutkam ke kota Petra dan bermalam di Hotel Mariott. Berakhirlah acara kunjungan ke kuil kuno, situs Petra di negaraYordania. Sekian, semoga catatan singkat saya bisa memberikan gambaran awal bagi pemerhati situs sejarah.
Salam sejahtera !
Los Angeles, 5 April 2012.
X. F. Asali.