|
| Mie Tambi, Penggugah Selera |
Bosan dengan mie yang itu-itu saja? Mie Tambi menjadi pilihan yang berbeda bagi pecinta mie. Rasanya tentu saja jauh berbeda dengan mie kebanyakan, kekhasan mie ini terletak pada bumbunya yang nikmat. Mie yang kenyal dipadu dengan bumbu kacang yang gurih menambah cita rasa khas makanan dari India ini, perpaduan rasa manis gurih serta sedikit asam membuat lidah tidak mau berhenti untuk menghabiskannya. Cara penyajiannya yang unik dan menarik menambah selera makan bertambah. Dengan taburan emping diatasnya, potongan telur, tahu, kentang serta udang mempercantik tampilan sajian mie ini. Tidak hanya tampilannya saja yang cantik dan unik, siraman saus kacang menutupi mie lah yang dapat menggugah selera. Setelah itu, mie Tambi siap untuk disantap. Usaha yang baru dirintis sekitar dua minggu ini bisa menghabiskan 12 sampai 15 porsi per harinya. Awalnya mie Tambi berukuran besar, berbeda dengan mie biasa dan dibuat sendiri. Tetapi karena mie tersebut sulit didapat, maka mie diganti dengan mie spagheti. Mie spagheti dipilih karena tingkat kekenyalannya berbeda dengan mie biasa, spagheti lebih kenyal dan tidak muda lembek jika dimasak. Pemilik warung makanan khas India, Salbiah, mengatakan, mie Tambi sebenarnya sudah ada sejak dulu. Hanya saja, Keberadaannya belum begitu dikenal masyarakat. "Masyarakat kebanyakan hanya tahu roti cane atau nasi kebuli saja. Sedangkan mie Tambi masyarakat belum banyak tahu," Ujarnya. Ia menambahkan, yang membuat mie Tambi berbeda dengan mie lain yakni terletak pada bumbunya. "Kelezatan mie Tambi terletak pada bumbunya, secara umum bumbu mie ini terbuat dari kacang tanah yang dihaluskan, gula merah, cabe, serta asam. Yang membuat mie mempunyai cita rasa berbeda adalah terletak pada bumbu rahasia, resep turun temurun dari keluarga," jelas Salbiah. "Usaha makanan khas India ini memang sudah turun temurun. Perintis awalnya orang tua dari nenek, turun ke nenek, dilanjutkan lagi oleh orang tua, dan sekarang saya yang melanjutkan usahanya ini. Bisa dikatakan usaha keluarga lah," tambah Salbiah. Ingin mencobanya? Datang saja ke Rumah Makan Khas India di Jalan Alianyang Nomor 42. Dengan harga Rp. 12000 saja, kita bisa memanjakan perut serta mencicipi mie bercita rasa khas India ini. Bahan dan bumbu:
Mie Spageti Kacang tanah
Gula merah Cabe Asam Bumbu rahasia Pelengkap :
Kerupuk atau emping Kentang Telur Udang Tahu Kecambah |
|
|
Ditulis oleh Iwan Siswanto
Minggu, 4 Januari 2009 |
 |
 |
 |
|
| Seafood Pengantar Pergantian Tahun |
TAHUN baru akan segera tiba. Sudahkah Anda mempersiapkan makanan spesial untuk malam pergantian tahun nanti? Seafood bisa menjadi menu pilihan. Jika Anda tak sempat memasak sendiri di rumah, jangan khawatir, karena ada banyak restoran yang siap menjamu Anda yang ingin bersantap sambil menunggu detik-detik pergantian tahun di luar rumah. Buzz Cafe yang terletak di Hotel Alila, Jalan Pecenongan Kav 7-17, Jakarta Pusat, misalnya. Untuk perayaan pergantian tahun nanti, pengelola kafe telah menyiapkan menu khusus yang semuanya merupakan aplikasi dari tema "Fisherman Night @ Buzz Cafe". "Dengan tema 'Fisherman Night @ Buzz Cafe' di Hotel Alila ini, kami ingin menyambut tahun baru dengan main item atau makanan khusus berbahan dasar seafood. Semua menu disajikan dengan cara buffet," kata Operation Manager F&B Hotel Alila, Faisal Nahdie. Faisal menjelaskan, tema tersebut diangkat karena seafood adalah makanan yang identik dengan kesejahteraan serta kemewahan. Dengan demikian, diharapkan tahun depan akan menjadi tahun yang membawa kemewahan untuk kita semua. "Selain itu, dapat juga dikatakan bahwa seafood sudah sangat memasyarakat. Siapa saja suka seafood, baik orangtua maupun anak-anak. Konsep eating seafood in a hundred ways juga kita tampilkan di sini," papar Faisal, seraya mengatakan Buzz Cafe memiliki kapasitas 138 orang dan buka pukul 06.00?23.00 WIB tiap Senin?Kamis serta pukul 06.00?24.00 WIB tiap Jumat?Minggu. Dengan menghadirkan gaya dapur bar yang terbuka, Buzz Cafe ingin memperlihatkan kehigienisan masakan yang mereka tawarkan. Buzz Cafe sendiri menyediakan menu-menu Asia, Mediterania, dan Jepang. Menurut Faisal, tema menu "Fisherman Night" untuk memeriahkan malam pergantian tahun sudah dipersiapkan sejak tiga bulan lalu. Menu yang disajikan secara buffet itu dihargai Rp398.000 ++ per orang. Jenisnya antara lain oven-baked red snapper with BBQ sauce, wok-fried prawn in thai spice, wok-fried crab with sambal bajak, dan grilled lobster with lemon butter sauce. Dilihat dari namanya, kita sudah bisa membayangkan bahwa oven-baked red snapper with BBQ sauce adalah menu yang menyajikan ikan kakap yang dimasak dengan cara dioven. Ikan kakap yang dihidangkan di sini menggunakan saus barbeque sebagai pelengkap. "Kakap merah ini sengaja di-oven dengan tujuan agar rasa kakap yang disajikan masih terasa keasliannya," terang Sous Chef Buzz Cafe, Hermin Ningsih. Selanjutnya ada menu bernama grilled lobster with lemon butter sauce yang menjadi andalan. Menu ini menyuguhkan lobsteryang segar dengan bumbu sedikit asam. (sindo//nsa/okezone)
|
|
|
Ditulis oleh Iwan Siswanto
Minggu, 4 Januari 2009 |
 |
 |
 |
|
| Hidangan Utama ala Eropa |
MENU utama bergaya Eropa identik dengan penggunaan saus dan pasta. Hidangan ini cukup familier bagi lidah orang Indonesia jika diolah dengan kreativitas tinggi. Waktu makan bisa jadi merupakan momen yang paling ditunggu setiap orang. Apalagi kalau acara bersantap dilangsungkan bersama-sama. Selain dapat mengakrabkan hubungan, makan bersama juga lebih nikmat dibandingkan dengan makan sendiri-sendiri. Tidaklah mengherankan jika waktu makan menjadi sangat sakral. Seperti di Inggris, cara makan kita harus sesuai dengan table manner. Jika tidak, kita akan dicap sebagai orang yang kurang tahu sopan santun. Berbeda dengan di Mesir. Ungkapan tamu adalah raja sangat dianut oleh masyarakat di sana. Acara makan bersama di negara tersebut akan terasa lama karena hidangan dikeluarkan secara bertahap. Mulai makanan ringan sebagai pembuka hingga hidangan penutup, yang bisa menyajikan enam jenis menu atau bahkan lebih. Walaupun prosesi makan di setiap kawasan berbeda-beda, namun hidangan utama ala Eropa rata-rata hampir sama. Banyak hidangan bisa disajikan, mulai abalone (kerang), udang, hingga risotto khas Italia. "Hidangan utama ala Eropa biasanya hampir sama. Rata-rata menggunakan saus, daging sapi, atau aneka bahan baku dari laut," kata chef spesialis menu Eropa, Wijaya Gunawan. Hidangan utama bergaya Eropa, menurut Gunawan, biasanya juga disesuaikan dengan tema serta acara yang akan dilangsungkan. Dalam perayaan tahun baru, misalnya, menu-menu yang dibuat umumnya sangat spesial. Misalkan abalone dikombinasikan dengan hati bebek atau abalone dikombinasikan dengan udang. "Semakin istimewa sebuah hari, biasanya hidangan juga semakin istimewa. Jadi menu utama ala Eropa disesuaikan dengan hari dan musim," tambah chef berkaca mata tersebut. Menu utama ala Eropa yang paling banyak digemari, menurut Gunawan, adalah yang menggunakan saus, pasta, ataupun bahan-bahan seperti daging asap dan kentang. Selain itu, menu utama ala Eropa biasanya juga disajikan dengan segelas champagne atau wine. "Jenis hidangan utama lain yang tidak kalah menarik adalah daging kalkun. Daging kalkun biasanya disantap pada perayaan paskah," tambah Gunawan. Memasak hidangan bergaya Eropa, kata chef yang pernah bekerja tiga tahun di Jerman tersebut, lebih mudah dibandingkan meracik bumbu untuk hidangan tradisional Indonesia ataupun menu bergaya oriental. "Hidangan Indonesia, apalagi yang tradisional, sangat banyak bermain bumbu. Kurang hati-hati, masakan bisa berubah rasa dan tidak otentik. Sedangkan hidangan Eropa bumbunya tidak terlalu rumit," terang Gunawan. Untuk mampu membuat hidangan utama bergaya Eropa, dibutuhkan latihan serta praktik bertahun-tahun. "Untuk mendapatkan rasa, seorang chef harus sering-sering membandingkan hidangan yang dibuatnya dengan hidangan sejenis yang dibuat oleh chef lain," katanya lagi. Gunawan mengakui hidangan Eropa memiliki keunikan. Keunikan itu terletak pada cara penyajiannya yang lebih menarik dibandingkan jenis hidangan lain. "Ketika disajikan, hidangan utama ala Eropa dari segi performance sangat menarik. Intinya adalah, selera seseorang bisa dilihat dari menu yang dipesannya," ujar Gunawan. (sindo//nsa/okezone) |
|
|
|