Ketua Dewan Pertimbangan (wantim) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi Kalimantan Barat, Zulfadhli, optimis calon kepala daerah yang diusung partainya akan memenangkan pemilukada di separuh kabupaten dari enam kabupaten yang melaksanakan pesta akbar demokratisasi pada 19 Mei 2010. “Melihat calon-calon yang diusung Partai Golkar, saya optimis lebih dari separuhnya akan dimenangkan Golkar,” kata Zulfadhli, di Jakarta, Selasa (18/5) kemarin.
Ketua Dewan Pertimbangan (wantim) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi Kalimantan Barat, Zulfadhli, optimis calon kepala daerah yang diusung partainya akan memenangkan pemilukada di separuh kabupaten dari enam kabupaten yang melaksanakan pesta akbar demokratisasi pada 19 Mei 2010. “Melihat calon-calon yang diusung Partai Golkar, saya optimis lebih dari separuhnya akan dimenangkan Golkar,” kata Zulfadhli, di Jakarta, Selasa (18/5) kemarin.
Rasa optimisme itu muncul dengan melihat sejumlah figur yang diusung oleh partai berlambang pohon beringin pada pemilukada tersebut.Selain itu, mantan Ketua DPRD Kalbar itu mengaku bahwa pihaknya sejak jauh hari juga sudah mempersiapkan diri untuk tampil dalam pesta akbar demokratisasi di enam kabupaten tersebut. “Persiapan yang dilakukan mulai dari tahapan awal hingga masa kampanye pemilukada,” ungkapnya.
Tahapan kampanye calon yang diusung Partai Golkar, kata Zulfadhli, menggunakan cara-cara kampanye yang simpatik dan santun. Sehingga dapat menarik simpati masyarakat. “Mesin partai juga all out bergerak untuk memenangkan pasangan calon yang diusung Golkar,” ujarnya bernada optimis.
Mantan aktivis mahasiswa ini mengatakan bahwa Partai Golkar akan memenangkan pemilukada di sejumlah daerah basis Golkar. Sebut saja, di Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kapuas Hulu. “Dengan catatan harus berdasarkan asas kejujuran dan keadilan. Bukan disalahgunakan oleh oknum tertentu untuk kepentingan politiknya,” pinta dia.
Dirinya juga mengingatkan agar partisipasi politik masyarakat harus baik pada pemilukada. Hal itu bisa dilihat melalui penggunaan hak suara masyarakat. “Jika rendah penggunaan hak suarannya, maka itu menandakan rendahnya kesadaran politik dari masyarakat,” paparnya.
Zulfadhli juga mengatakan bahwa dalam lima tahun terakhir, setiap perhelatan politik yang dilakukan di Kalbar relatif berjalan secara aman dan lancar. Hal ini, kata dia, perlu dipertahankan oleh semua pihak agar tidak terjadi konflik horizontal. “Karena ini pesta demokrasi, pasti ada yang menang dan kalah. Semua calon harus komitmen untuk siap menang dan kalah,” kata Zulfadhli.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
