You are here

Warga Tionghoa Dukung Pemilukada Damai

Ketua Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN) Kapuas Hulu mendukung pelaksanaan Pemilukada yang damai.Pihaknya memberikan kebebasan yang hakiki bagi warganya untuk memilih para pemimpin daerahnya.

“Siapapun yang terpilih itu merupakan putra terbaik yang dimiliki Kapuas Hulu. Karena seluruh calon kepala daerah itu sangat bagus. Maka dari itu, kita tidak pernah melakukan instruksi khusus ataupun ajakan agar warga tionghoa untuk memilih salah satu calon,” jelas Koko saat ditemui, Kamis (13/5) lalu.

Pihaknya sangat menyayangkan jika ada calon kepala daerah maupun tim sukses dengan sengaja menebarkan isu SARA di tengah masyarakat. Koko menilai perbuatan itu merupakan perbuatan tidak terpuji.

“Memainkan isu SARA di dalam proses pemilukada ini, menandakan bahwa pemimpin daerah itu tidak ingin daerah yang dipimpinnya itu menjadi maju. Masyarakat sengaja terkotak-kotakan. Maka dari itu, kita sebagai warga tionghoa hanya bisa bersikap netral,” kata Koko seraya mengimbau agar calon kepala daerah untuk tidak memainkan isu SARA untuk menarik simpatik para konsituennya.

Selain itu, MAKIN Kapuas Hulu juga mengimbau kepada warga tionghoa untuk tidak golput pada saat pencoblosan 19 Mei yang akan datang.

”Kita telah mengimbau kepada seluruh warga tionghoa agar dapat berpartisipasi dalam memberikan hak suara dalam pemilukada ini. Jangan sampai warga tionghoa yang golput. Sangat disayangkan suara kita hanya diperuntukan untuk golput,” paparnya seraya mengingatkan kembali agar masyarakat Kapuas Hulu untuk mempercayai isu yang tidak benar.

Sedangkan tokoh pemuda, Alianto berharap kepada masyarakat agar dapat memilih pemimpin daerah itu tidak hanya satu bidang saja. Tetapi masyarakat memilih seorang pemimpin Kapuas Hulu untuk lima tahun ke depan.

“Adanya penyampaian visi dan misi dari masing-masing calon kepala daerah, maka masyarakat tidak buta atau memilih kucing di dalam karung. Sementara untuk calon kepala daerah yang kampanyenya masih memiliki pemikiran militan terhadap suku, ras dan agama diharapkan hal itu dapat dihilangkan.” kata Alianto.

Dikatakannya lagi, untuk pemimpin daerah di Kapuas Hulu bukan memilih pemimpin suku, ras maupun agama. Tetapi memilih bupati dan wakil bupati yang notabenenya harus mampu berdiri seluruh pihak dan bersikap adil.

“Boleh saja berbeda pendapat. Boleh saja berbeda visi dan misi. Tetapi di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara kita harus memilih persatuan dan kesatuan. Sehingga siapa pun yang terpilih nantinya, kita harus mendukung dan bekerja sama. Karena terpilihnya bupati dan wakil bupati itu milik masyarakat bersama. Bukan milik salah satu suku maupun agama,” ujar Alianto.

Dikatakanya, masyarakat Kapuas Hulu yang pada dasarnya dikenal memiliki toleransi tinggi diharapkan hal itu tetap terjaga dengan baik. Jangan sampai suasana kondusif yang selalu terpelihara dengan baik ini terpecah di tengah masyarakat.

Selain itu, Alianto juga mengimbau kepada cakada dan cawakada untuk tidak melakukan kampanye dengan isu SARA di tengah masyarakat. Karena hal ini sangat riskan untuk terjadi perpecahan di tengah masyarakat itu sendiri. Tidak hanya itu, kata Alianto, cakada dan cawakada ini harus memberikan pembelajaran politik yang baik kepada masyarakat.

“Selain memenangi dirinya sebagai calon terpilih, cakada itu memiliki program utama yaitu melakukan pembelajaran politik kepada masyarakat. Sehingga jangan sampai, Pemilukada tahun ini membuat rasa persatuan dan kesatuan di tengah masyarakat menjadi pecah,” kata Alianto.

Disinggung mengenai adanya black campaign di dalam Pemilukada tahun ini, Alianto sangat menyayangkan adanya peristiwa itu. Diharapkan para cakada maupun cawakada agar tidak melakukan black campaigne. Mengingat kualitas sumber daya manusia para kandidat tidak perlu di ragukan dalam membangun Kapuas Hulu ke depan.

“Sangat disayangkan jika para kandidat ini melakukan black campaigne. Diharapkan para kandidat itu mampu mengeksploitasi dirinya khususnya pada visi dan misi yang dibawanya ke masyarakat dibandingkan melakukan perbuatan itu,” ujarnya.

Alianto berharap kepada seluruh pemuda dan masyarakat yang telah masuk menjadi Daftar Pemilih Tetap (DPT) agar dapat mensukseskan Pemilukada ini dengan mendatangi TPS dan gunakan hak pilihnya. Karena satu suara menentukan Kapuas Hulu ke depan.