You are here

Tim SBY Anggap Megawati Nodai Deklarasi Damai

Tim kampanye nasional pasangan capres-cawapres SBY-Boediono menganggap acara deklarasi pemilu damai yang diselenggarakan KPU Rabu malam kemarin telah dinodai oleh pasangan Megawati-Prabowo dengan orasi yang menyerang pasangan capres lainnya.

Tim kampanye nasional pasangan capres-cawapres SBY-Boediono menganggap acara deklarasi pemilu damai yang diselenggarakan KPU Rabu malam kemarin telah dinodai oleh pasangan Megawati-Prabowo dengan orasi yang menyerang pasangan capres lainnya.

"Katanya deklarasi pemilu damai, tetapi semalam sudah ada yang menyerang dengan orasinya Butet seperti itu," kata anggota tim kampanye nasional SBY-Boediono Andi Malarangeng di Jakarta, Kamis.

Dalam acara semalam, dalam penampilan kesenian dari masing-masing pasangan capres, tim Megawati-Prabowo selain menampilkan tarian dari Jawa Tengah juga mengeluarkan pertunjukkan teater monolog yang dibawakan oleh Butet Kertaradjasa.

Monolog yang disampaikan Butet banyak melontarkan kritik terhadap kebijakan pemerintahan SBY seperti kekayaan budaya yang dirampok hak patennya oleh negara lain dan seringnya pesawat militer yang terjatuh.

Butet juga melancarkan kritik agar semua pejabat negara dan mantan pejabat dilakukan sama dalam pemberantasan korupsi.

Menurut Andi yang juga fungsionaris Partai Demokrat ini, orasi oleh Butet yang menyerang capres lain itu, mungkin bukti ketidakmampuan pasangan Megawati-Prabowo untuk mengkritik atau menyerang pasangan lain.

"Yang orasikan harusnya hanya capres saja, tetapi mungkin ada yang kurang percaya diri sehingga butuh bantuan orasi orang lain," katanya.

Andi juga menyesalkan peristiwa itu, karena menurutnya deklarasi pemilu damai seharusnya benar-benar menunjukkan niatan para capres-cawapres untuk berkompetisi secara sehat, berbudaya dan beretika.

"Pak SBY walau terus diserang oleh lawan-lawannya akan tetap dalam prinsip untuk berpolitik, berkampanye secara santun dan beretika karena itu sudah sifat beliau. Kitapun berharap capres-capres lainnya melakukan hal yang sama," katanya.

Namun, kalau ternyata dua pasangan capres-cawapres lain tidak mengindahkan harapan untuk berkampanye secara santun dan beretika itu, menurutnya biarlah rakyat yang menilai.

"Kalau lawan-lawannya melakukan cara-cara yang seperti itu biar rakyat yang menilainya. Becik kethitik olo kethoro," kata Andi mengucapkan pepatah Jawa yang berarti yang benar-benar baik akan keliatan begitu pula yang buruk akan terlihat juga buruknya.

Dalam acara semalam SBY mengatakan bahwa seharusnya para calon pemimpin memberi contoh kepada rakyat untuk selalu mampu menjaga tali silaturahmi meski saling berkompetisi.

Ajakan silaturahmi Yudhoyono itu dilengkapi pula dengan ajakan untuk berkompetisi secara sehat dan beretika dalam semua tahap pelaksanaan Pemilu Presiden 2009.