You are here

Tak Terdata DPT, Warga Tak Boleh Nyoblos

“Saat pilgub, pilegs dan pilpres, saya beserta istri ikut memberikan hak suara. Karena masuk dalam DPT. Namun, saat pemilukada kali ini, kami tidak terdaftar. Padahal, di DPS kami ada tercantum namanya, tapi mengapa dalam DPT justru tidak ada?” keluh Michael Eko Hardian, seorang warga Desa Tanjung Niaga, Dusun Serundung Permai, Rabu (19/5) kemarin.

“Saat pilgub, pilegs dan pilpres, saya beserta istri ikut memberikan hak suara. Karena masuk dalam DPT. Namun, saat pemilukada kali ini, kami tidak terdaftar. Padahal, di DPS kami ada tercantum namanya, tapi mengapa dalam DPT justru tidak ada?” keluh Michael Eko Hardian, seorang warga Desa Tanjung Niaga, Dusun Serundung Permai, Rabu (19/5) kemarin.

Padahal, kata dia, saat KPU melakukan pendataan DPS, dirinya dan istri sempat tercatat. Kemudian, merasa tidak puas, suami Dirut PDAM ini pun akhirnya mendatangi Kantor KPU Melawi, untuk mempertanyakan hal tersebut.

Masih kata Eko, tidak hanya dirinya saja yang tidak terdaftar sebagai pemilih pada pemilukada di ‘Kota Juang’, melainkan satu komplek warga yang berada di deretan ruko di kawasan tersebut, juga mengalami nasib yang sama. “Warga yang dekat dengan saya, yang tinggal satu deretan ruko juga tidak bisa mencoblos, karena tidak masuk DPT,” ungkapnya.

Tak hanya Eko yang merasa kecewa, seorang warga Desa Paal, Antonius Bisad Madsun, juga mengaku tak bisa memberikan hak suaranya pada pemilukada ini. Pasalnya, dirinya bersama empat orang keluarganya tidak masuk dalam DPT. Padahal, saat pesta demokrasi sebelumnya, baik itu pilgub, pilegs dan pilpres, dia terdaftar dalam DPT. “Katanya sudah dilakukan pemutakhiran data, tapi kenyataannya kok begini,” kesalnya, saat mendatangi Kantor KPU Melawi.

Sementara itu, Ketua KPU Melawi, Julita, menghaturkan permintaan maaf bagi warga yang tidak masuk dalam DPT, sehingga tidak bisa memberiakan hak suaranya. “Dalam Undang-undang sudah sangat jelas, jika tidak terdaftar maka tidak bisa mencoblos,” katanya.

Julita menambahkan, DPT tersebut sudah seoptimal mungkin dilakukan pemutakhiran dan dilakukan dengan proses yang panjang, hingga ditetapkan sebagai DPT. Pihaknya juga sudah bekerja dengan sebaik mungkin untuk menyukseskan pelaksanaa pemilukada. “Seharusnya warga lebih proaktif lagi untuk memeriksa langsung. Karena kami hanya mengimput data dari bawah, tentunya partisipasi masyarakat sangat diharapkan. Jika tidak masuk sebelumnya, bisa cepat melaporkan diri ke petugas pendataan setempat,” pungkasnya.