“Saya anggap tidak benar jika kunker yang saya lakukan itu berkaitan dengan isu politik,” tepis Bupati Simon Petrus terkait isu yang beredar yang menyebutkan bahwa kunjungan kerjanya selaku bupati ke sejumlah daerah akhir-akhir ini dianggap dimanfaatkan untuk kepentingan politik menjelang pemilukada di Kabupaten Sekadau, 19 Mei mendatang.
“Saya anggap tidak benar jika kunker yang saya lakukan itu berkaitan dengan isu politik,” tepis Bupati Simon Petrus terkait isu yang beredar yang menyebutkan bahwa kunjungan kerjanya selaku bupati ke sejumlah daerah akhir-akhir ini dianggap dimanfaatkan untuk kepentingan politik menjelang pemilukada di Kabupaten Sekadau, 19 Mei mendatang.
Secara tegas dirinya menampik keberadaan isu tersebut. Bahkan Simon Petrus mengatakan, kunker seperti ini sudah kerap dilakukan sejak dirinya menjabat sebagai bupati Sekadau hingga sekarang ini.
Dalam jumpa pers Bupati Simon yang digelar di Rumah Dinas di Jalan Merdeka Timur, Kamis (08/04) usai meresmikan pasar Flamboyan, dirinya menegaskan, padatnya jadwal kunker ke sejumlah daerah adalah karena tugasnya sebagai bupati yang memang sudah dijadwalkan sesuai dengan protokoler yang ada. “Dan itu memang sudah menjadi tugas saya sebagai seorang kepala daerah untuk melaksanakan tugas yang telah dibebankan kepada saya,” ujar pria asal Belitang Hulu ini.
Masih dikatakan Simon, jika ada yang mengatakan bahwa kesempatan tersebut sengaja dipadatkan jadwalnya menjelang pemilukada untuk kepentingan politik, “Maka hal tersebut sama sekali tidak benar,” bantahnya lagi.
Untuk itu Simon berharap, agar masyarakat dapat melihat dengan mata terbuka bahwa segala bentuk kunker yang dilakukannya tersebut adalah semata-mata demi menjalankan tugas. “Saya menyadari sebagai seorang incumbent hal-hal seperti ini pasti akan muncul ke permukaan. Dan saya minta masyarakat agar jangan mudah terpancing dengan isu-isu yang menyudutkan saya. Itu hanyalah untuk kepentingan sekelompok orang yang anti dengan saya” kata Simon Petrus.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
