You are here

Prediksi Koalisi Nusantara Pemilukada Sintang Dua Putaran

‘Perang’ urat saraf menjelang pemilukada di Kabupaten Sintang antar koalisi pengusung masing-masing pasangan calon yang akan bertarung pada 19 Mei mendatang mulai mucul ke permukaan.

Ada yang berkeyakinan bahwa pemilukada di Sintang akan berlangsung dalam satu putaran, namun ada pula yang menyatakan bahwa pesta demokratisasi tersebut akan berlangsung dalam dua putaran. “Koalisi Nusantara yang mengusung pasangan Abeng-Ajung dengan jargon pantas berkeyakinan pemilukada Sintang akan berlangsung dalam dua putaran,” Ungkap Ketua Koalisi Nusantara Yaswin, Jumat (18/3) siang kemarin.


Keyakinan ini menurut dia didasarkan atas hasil survey yang dilakukan oleh sebuah lembaga Independen Indonesia Bisa. Dan hasilnya menunjukan bahwa isu putra daerah masih sangat kental dalam mempengaruhi pilihan masyarakat.

“Dari sekitar 600 angket yang kita sebarkan dengan metode purposive sample, 65 persen masyarakat masih mendasarkan pemilihnya atas asal daerah calon pemimpinnya,” ujarnya.


Dirinya lalu menghubungkan tentang asal-usul pasangan yang diusung sejumlah partai politik non parlemen tersebut. Menurutnya, siapa yang meragukan Abeng sebagai putra asli Sintang. Sebab, Abeng adalah putra asli kelahiran Serawai.

Selain itu, kepiwaian dan kepemimpinan Abeng juga telah terbukti pada saat menjabat sebagai ketua DPRD Sintang selama dua periode berturut-turut.


Tidak hanya itu, kemahiran Abeng dalam memimpin juga terlihat dari kemampuannya dalam menahkodai parpol berlambang pohon beringin di Sintang selama dua periode pula.

Sedangkan pasangan Abeng, yakni Ajung merupakan putra asli kelahiran daerah Kayan.


Menurutnya, sosok Abeng adalah sosok yang diperlukan masyarakat untuk membangun Sintang. Selain putra asli daerah Sintang, Abeng juga merupakan sosok pemimpin yang cakap, cerdas dan komit untuk memajukan daerah ini.

“Di masa demokrasi seperti saat ini pun hasil survey masih menunjukan bahwa putra daerah masih menjadi jualan politik yang laris. Artinya isu putra daerah masih relevan digunakan,” ucap mantan wartawan ini.


Ditanya lebih jauh tentang hasil survey yang dilakukan sekitar 4-5 bulan yang lalu, dirinya mengatakan, survey dilaksanakan tersebar di seluruh kecamatan di seantero Kabupaten Sintang. Survey memperhatikan pula karakteristik masyarakat yang ada di Sintang. Margin error dari survey tersebut, menurutnya, hanya sekitar 7 persen saja.


Dalam kesempatan itu, Yaswin secara tegas menyatakan bahwa isu perpecahan yang terjadi ditubuh pendukung pasangan Abeng-Ajung tidak benar.

“Sampai saat ini barisan pendukung Abeng-Ajung masih solid dan kompak,” tegasnya.