Polres Musi Rawas, Provinsi Sumatra Selatan akan menindak tegas pelaku pengacau pemilihan kepala daerah (Pilkada) daerah itu pada 5 Juni 2010.
"Dengan adanya kesepakatan pelaksanaan pilkada damai yang ditandatangani oleh empat pasangan bupati dan wakil bupati Kabupaten Musi Rawas, yang akan digelar 5 Juni 2010 nanti, maka ini akan dijadikan pegangan polisi untuk melakukan sanksi tegas bila ada kekacauan dalam pelaksanaannya," kata Kapolres Musi Rawas, AKBP Herry Nixon`s, Senin.
Ia mengatakan, selain akan menindak tegas pelaku pengacau pilkada, kepolisian juga akan berlaku adil kepada semua pasangan calon bupati dan wakil bupati. Selain itu, dia juga mengimbau kandidat agar menginstruksikan kepada pendukungnya untuk menaati perjanjian damai tersebut.
Deklarasi pilkada damai yang dilaksanakan Sabtu (4/4) lalu ditandatangani oleh empat pasangan kandidat calon bupati dan wakil bupati daerah itu masa bakti 2010-2015.
Pasangan nomor urut satu HM Isa Sigit-Agung Yubi Utama, nomor urut dua H Ridwan Mukti (incumbent)-Hendra Gunawan, nomor urut tiga H Senen Singadilaga-Sudirman Masuli serta pasangan nomor urut empat Wazanazi-Untung Suprianto.
Sementara itu, Ketua KPU Provinsi Sumsel, Anisatul Mardiah sebelumnya mengatakan, pilkada di daerah itu akan dilaksanakan secara serentak di lima kabupaten di Sumsel, antara lain, Musi Rawas, Kabupaten Ogan Ilir, Ogan Kemering Ulu (OKU) Induk, OKU Selatan dan OKU Timur.
Dia berharap pelaksanaan pilkada Musi Rawas dapat berjalan dengan baik, sehingga akan melahirkan pemimpin yang benar-benar diinginkan oleh masyarakat.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
