Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Barat akan menerapkan status siaga satu dan penyiapan satu pleton personel Brigade Mobile dan polisi Pengendalian Masyarakat.
Hal ini dilakukan untuk pengamanan pemilu kepala daerah (Pemilukada) di enam kabupaten pada Mei 2010.
"Meksipun saat ini situasi aman dan terkendali, tapi kami tidak mau kecolongan, sehingga telah saya perintahkan setiap Kepala Kepolisian Resor di enam kabupaten itu untuk selalu siap," kata Kepala Polda Kalbar Brigadir Jenderal Pol Erwin TPL Tobing di Pontianak, Kamis.
Ada enam kabupaten di Kalbar yang tahun ini akan menggelar pemilu kepala daerah yakni Melawi, Sintang, Sekadau, Kapuas Hulu, Ketapang dan Bengkayang.
Ia memerintahkan kepada setiap Kapolres di enam kabupaten itu untuk membuat perencanaan pengamanan Pemilukada.
"Mudah-mudahan tidak terjadi hal diluar perkiraan kami," katanya.
Erwin menambahkan, tidak ada pengamanan khusus bagi kabupaten perbatasan yang akan melaksanakan Pemilukada seperti, Kabupaten Bengkayang, Sintang dan Kapuas Hulu.
"Standar pengamanan semua sama, yang penting personel ketika dibutuhkan selalu siap untuk diterjunkan dalam pengamanan Pemilukada," kata Erwin.
Meskipun pada umumnya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di enam kabupaten itu aman terkendali.
"Tapi kami tidak mau kecolongan dengan mengendorkan pengamanan terutama pada tahap kampanye terbuka," ujarnya.
Status siaga satu ditetapkan pada saat Pemilukada dienam kabupaten memasuki tahapan kampanye terbuka hingga seusai masa pemilihan.
Dengan status siaga satu semua personel Polda Kalbar tidak diperkenankan mengambil cuti, kata Erwin.
Status tersbeut dan penyiapan satu pleton untuk Brimob dan Dalmas hanya untuk antisipasi saja kalau-kalau terjadi gangguan Kamtibmas yang membutuhkan pengamanan lebih, kata dia.
Ia berharap, Pemilukada di enam kabupaten itu berjalan aman dan lancar sehingga proses demokrasi berjalan sesuai harapan masyarakat.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
