Pelantikan anggota Pengawas Pemilu Kepala Daerah (Panwaslukada) kecamatan seantero Kabupaten Bengkayang di Aula Paroki, Selasa (6/4) berjalan lancar. Namun pelantikan hanya dihadiri 50 anggota, sementara seorang dinyatakan tidak hadir. ”Ketidakhadiran satu orang anggota panwaslukada kecamatan itu karena terindikasi masuk dalam anggota tim kampanye salah satu pasangan calon kepala daerah yang akan bertarung pada 19 Mei mendatang,” kata Ketua Panwaslukada Bengkayang, Musa Jairani usai pelantikan.
Pelantikan anggota Pengawas Pemilu Kepala Daerah (Panwaslukada) kecamatan seantero Kabupaten Bengkayang di Aula Paroki, Selasa (6/4) berjalan lancar. Namun pelantikan hanya dihadiri 50 anggota, sementara seorang dinyatakan tidak hadir. ”Ketidakhadiran satu orang anggota panwaslukada kecamatan itu karena terindikasi masuk dalam anggota tim kampanye salah satu pasangan calon kepala daerah yang akan bertarung pada 19 Mei mendatang,” kata Ketua Panwaslukada Bengkayang, Musa Jairani usai pelantikan.
Dikatakan Musa, satu orang anggota yang batal dilantik tersebut berasal dari Kecamatan Ledo, dengan inisial YS. Ditambahkan lagi, hal ini diperkuat oleh laporan yang diberikan sesama anggota panwaslukada Ledo terkait keberatan YS untuk dilantik sebagai ‘wasit’ pada pesta akbar demokrasai pemilukada di ‘Bumi Sebalo’.Untuk menelusuri hal tersebut, Musa menyebutkan, pihaknya akan segera mengambil langkah untuk mengisi kekosongan personil di Kecamatan Ledo, dengan memanggil kembali anggota dari kecamatan tersebut yang pada saat penyaringan berada diurutan keempat. Anggota panwaslukada kecamatan berjumlah 3 orang.
Sementara itu, ketika dihubungi melalui telepon seluler, YS memastikan jika dirinya memang tidak hadir dalam pelantikan tersebut. Namun Ia enggan menyebutkan alasan ketidakhadirannya serta apakah dirinya tergabung sebagai anggota tim kampanye salah satu pasangan calon.
Masih menurut Musa, walaupun masa kampanye tertutup sudah dimulai sejak 24 Maret lalu, sedangkan pelantikan perangkatnya di kecamatan mengalami keterlambatan, Ia tetap meminta agar anggotanya dapat bekerja secara maksimal. “Meski tanpa didukung dana yang memadai, kita meminta agar kinerja panwaslukada di kecamatan tetap mungkin. Salah satu caranya adalah dengan membangun jaringan yang kuat di daerah tugasnya. “Misalnya pemanfaatan teknologi, jaringan HP, memperkuat koordinasi dengan perangkat desa, aparat kepolisian, kecamatan,” tandasnya.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
