You are here

Panwaslu Melawi Belum Temukan Pelanggaran Kampanye

Hingga hari kesembilan pelaksanaan kampanye terbuka pemilukada Melawi, Panwaslukada Melawi hingga saat ini belum menemukan adanya pelanggaran kampanye secara serius. Pengaduan dari masyarakat dan tim kampanye lain juga belum ada yang disampaikan ke panwaslukada.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Panwaslu kabupaten Melawi, A Ricardo Hutagaol saat ditemui, Selasa, (11/5) kemarin, di ruang kerjanya.

“Hingga saat ini belum ada pelanggaran kampanye. Suasana kampanye juga berjalan aman dan damai hingga saat ini,” kata Hutagaol.

Menurutnya, sempat ada permasalahan di satu titik daerah kampanye, terkait adanya tim kampanye yang berkampanye diluar jadwal. Namun persoalan tersebut tidaklah diusut lebih jauh, karena dianggap bukan merupakan pelanggaran yang bersifat prinsip.

“Pengaduan juga hingga saat ini belum ada, terutama dari masyarakat,”jelasnya.

Kendati demikian, pihaknya tetap akan mengusut dugaan adanya pelanggaran kampanye, bila nantinya ada laporan dari masyarakat yang disertai dengan bukti konkrit.


Bentuk Panwascam


Hutagaol juga mengungkapkan, untuk mengantisipasi adanya pelanggaran kampanye maupun saat pemungutan suara, Panwaslu Kabupaten Melawi telah melantik Panwascam di 11 kecamatan. Setiap kecamatan terdiri dari tiga orang yang akan melakukan pemantauan pelaksanaan pemilukada di daerahnya.

“Kita sudah bentuk Panwascam. Nantinya juga ada kita bentuk PPL di setiap desa, dimana untuk satu desa terdapat satu PPL,” tuturnya.

Panwascam dan PPL inilah yang akan bertugas langsung memantau pelaksanaan pemilukada, baik dari tahap kampanye, pemungutan suara dan perhitungan suara. Menurut Hutagaol, karena keterbatasan dana, pihaknya tidak menyelenggarakan bimtek khusus panwascam.

“Bahkan panwascam di daerah juga tidak memiliki kantor,” jelasnya.

Diungkapkan Hutagaol, anggaran untuk Panwaslukada Melawi sebesar Rp 500 juta memang sangat kecil. Keterbatasan anggaran inilah yang membuat Panwaslu kabupaten Melawi baru membentuk Panwascam.

“Seharusnya mereka sudah terbentuk dua bulan sebelum pelaksanaan pemungutan suara,” pungkasnya.