You are here

Masyarakat Melawi Sudah “Kenyang” Makan Janji

Pemilukada Melawi tidak lama lagi memasuki tahap pencoblosan. Untuk itu, masyarakat berharap pemimpin untuk lima tahun kedepan ini, merupakan pemimpin yang berkualitas dan tetap berpihak kepada kepentingan rakyat.

Pemilukada Melawi tidak lama lagi memasuki tahap pencoblosan. Untuk itu, masyarakat berharap pemimpin untuk lima tahun kedepan ini, merupakan pemimpin yang berkualitas dan tetap berpihak kepada kepentingan rakyat.

“Kita berharap pemimpin kedepan merupakan pemimpin yang berkualitas, karena masyarakat selama ini sudah kenyang dengan makan janji,” ungkap Arsah Binar, salah seorang unsur pemuda Kabupaten Melawi, saat ditemui di Nanga Pinoh, baru-baru ini.

Selain itu pula, Ia berharap kepada pemimpin yang terpilih nanti dapat merubah wajah daerah ini kearah yang lebih baik dan maju. Terutama, mengatasi masalah infrastruktur didaerah yang dirasa saat ini masih sangat lemah.

“Tidak hanya itu saja, masalah sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, ketersediaan lapangan pekerjaan dan pemerintahan harus juga diperhatikan. Karena ini sudah lama diidam-idamkan oleh sebagian besar masyarakat Melawi,” terangnya.

Untuk itu Ia menghimbau kepada masyarakat yang memiliki hak untuk memberikan suaranya pada Pemilukada nanti, untuk tidak Golput. Karena satu suara yang dimiliki tersebut sangat berarti dalam menentukan nasib daerah ini untuk lima tahun kedepan.

“Masyarakat harus cerdas dalam memilih pemimpin. Jangan siakan suara anda pada Pemilukada 19 Mei nanti, karena itu sangat berarti bagi masa depan Melawi,” ingatnya.

Hal senada juga diungkapkan, Rafliyanto, salah seorang warga Kecamatan Belimbing, yang berharap pemimpin kedepan dapat memberikan suatu terobasan yang baik untuk pembangunan daerah dan masyarakat. Terutama, bagi masyarakat yang tinggal dipedalaman. Tidak hanya itu saja, lanjut bapak dua anak ini pemimpin kedepan juga harus bisa meningkatkan taraf perekonomian masyarakat. Sehingga pintu kesejahteraan dan kemakmuran dapat dirasakan secara merata.

“Yang jelas pemimpin nanti, harus peduli dengan nasib rakyatnya, yang masih banyak berada digaris kemiskinan,” tutupnya.