You are here

Mahasiswa Minta Pemilukada Sekadau Santun

Pasangan calon bupati dan calon wakil bupati Kabupaten Sekadau diminta untuk memberikan pembelajaran politik yang sehat kepada masyarakat. “Berikan pembelajaran politik yang baik serta mendidik bagi masyarakat, jangan sampai ada calon yang menjelek-jelekkan rivalnya untuk tujuan mendapatkan simpati masyarakat. Jika ada calon yang menjelek-jelekkan calon lainnya, itu sangat disayangkan, dan itu mencerminkan bahwa calon tersebut tidak siap untuk berkompetisi,” kata Hertian Maroukh, mahasiswa asal Kabupaten Sekadau, kemarin.

Pasangan calon bupati dan calon wakil bupati Kabupaten Sekadau diminta untuk memberikan pembelajaran politik yang sehat kepada masyarakat. “Berikan pembelajaran politik yang baik serta mendidik bagi masyarakat, jangan sampai ada calon yang menjelek-jelekkan rivalnya untuk tujuan mendapatkan simpati masyarakat. Jika ada calon yang menjelek-jelekkan calon lainnya, itu sangat disayangkan, dan itu mencerminkan bahwa calon tersebut tidak siap untuk berkompetisi,” kata Hertian Maroukh, mahasiswa asal Kabupaten Sekadau, kemarin.

Menurutnya, pesta akbar demokrasi pemilukada di ‘Bumi Lawang Kuari’ harus berjalan secara santun dan bermartabat. “Jangan malah menciderai serta mencoreng proses pembelajaran berdemokratisasi di Kabupaten Sekadau,” cetusnya.

Dia mengatakan, cara–cara politik santun semestinya menjadi pemandangan pada pemilukada di Kabupaten Sekadau. Sehingga, hal tersebut bisa menjadi pembelajaran politik bagi masyarakat. “Kalau berpolitik secara santun, tentu persaingan pun akan berlangsung secara sehat dan fair,” imbuhnya.

Apabila pasangan calon bisa berprilaku politik secara santun, ditambahkan dia, maka simpati masyarakat dengan sendirinya akan mengalir kepada pasangan tersebut. “Jangan membuat kabur pandangan masyarakat terhadap tujuan demokrasi hanya untuk kepentingan-kepentingan sesaat, mari kita jadikan proses demokrasi ini untuk memilih pemimpin Sekadau ke depan yang adalah pemimpin yang santun, yang merakyat, yang mengerti akan situasi daerah sebagai daerah baru hasil pemekaran dan siap mencurahkan pikirannya untuk Sekadau yang maju,” pinta dia.

Menurut dia, ketika calon kepala daerah menjalankan jurus menjelek-jelekkan pasangan lain untuk menggapai tujuan politiknya, sesungguhnya hal itu merupakan bentuk kekerdilan yang sengaja dipertontonkan para politisi dalam berpolitik. “Masyarakat harus jeli, jangan menerima informasi–informasi yang tidak mendidik yang disampaikan oleh calon yang menjelek-jelekkan calon lain. Bahkan, harus dicatat bahwa dengan cara menjelek-jelekkan calon lain, justru akan menghilangkan wibawa mereka sebagai calon pemimpin, karena dengan menjelek-jelekkan nampak tidak percaya dirinya mereka untuk berkompetisi secara sehat,” tegasnya.