“Tidak benar telah terjadi money politic di TPS 15, Pasar Inpres, Kecamatan Putussibau Utara,” kata Ketua KPU Kapuas Hulu, Sainihadi, menepis informasi yang menyebutkan telah terjadi praktik politik uang di TPS 15, Pasar Inpres yang terletak di Kecamatan Putussibau Utara, dua hari sebelumnya pencoblosan pemilukada.
“Tidak benar telah terjadi money politic di TPS 15, Pasar Inpres, Kecamatan Putussibau Utara,” kata Ketua KPU Kapuas Hulu, Sainihadi, menepis informasi yang menyebutkan telah terjadi praktik politik uang di TPS 15, Pasar Inpres yang terletak di Kecamatan Putussibau Utara, dua hari sebelumnya pencoblosan pemilukada.
Menurutnya, kejadian tersebut merupakan praktik penipuan yang dilakukan oleh Ek. Karena, Ek telah mengambil 17 kartu pemilih melalui door to door milik masyarakat setempat dengan iming-iming uang sebesar Rp 70 ribu. “Jadi peristiwa itu terjadinya pada H-2, sebelum hari pencoblosan, tepatnya Senin (17/5) sekitar pukul 15.00 WIB,” ujarnya.
Masih kata Ketua KPU Kapuas Hulu, yang menyitir penuturan salah seorang masyarakat yang kartu pemilihnya diambil oleh Ek mengatakan, bahwa Ek berjanji akan memberikan uang sebesar Rp 70 ribu jika memilih pasangan cakada yang diarahkan Ek.
Ternyata, Ek tersebut bukan merupakan tim sukses dari pasangan calon yang dia arahkan untuk dipilih oleh masyarakat, melainkan tim sukses pasangan calon lainnya. “Oleh karena itu, kasus tersebut masih ditangani pihak kepolisian, dan polisi juga masih mencari apa yang menjadi motif pelaku, sehingga Ek melakukan hal tersebut,” papar Saini, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (19/5) malam.
Sementara itu, masyarakat yang curiga atas iming-iming yang dijanjikan Ek, langsung berupaya menghubungi ketua tim sukses sesuai arahan dari Ek. Ternyata, setelah dihubungi, ketua tim sukses yang dimaksud Ek malah mengaku terkejut dan berang. Bahkan dirinya meminta masyarakat untuk segera menangkap Ek. Namun, sebelum ditangkap, Ek, lebih dulu meloloskan diri. “Polisi juga turut mengejar keberadaan Ek. Saat ada informasi bahwa Ek berada di Mupa, maka polisi pun langsung mengejar. Alhasil, Ek belum juga tertangkap. Kita berharap Ek dapat bekerja sama. Karena pihak kepolisian hanya ingin meminta keterangan,”ujar Saini.
Hingga berita ini diturunkan, keberadaan Ek belum juga bisa ditemukan. Bahkan Ek diduga telah disembunyikan. Karena tidak ada itikad baik dari keluarga maupun Ek itu sendiri untuk menyerahkan diri ke kantor polisi terdekat. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
