“Masyarakat pemilih harus jeli dalam menentukan pilihan politiknya, jangan memilih secara asal-alasan. Dan jangan memilih berdasarkan kepentingan sesaat, hanya karena iming–iming uang saja,” kata Hertian Marouk, mahasiswa asal Kabupaten Sekadau, di Sekadau, kemarin.
“Masyarakat pemilih harus jeli dalam menentukan pilihan politiknya, jangan memilih secara asal-alasan. Dan jangan memilih berdasarkan kepentingan sesaat, hanya karena iming–iming uang saja,” kata Hertian Marouk, mahasiswa asal Kabupaten Sekadau, di Sekadau, kemarin.
Dia mengatakan, pemimpin yang dihasilkan dari pilihan politik yang berdasarkan iming-iming uang hanya akan menghasilkan pemimpin yang tidak berkualitas. “Kalau ada yang mengandalkan uang, laporkan saja ke panwaslukada, atau ambil uangnya tapi pilihan tetap sesuai dengan hati nurani,” gugahnya.
Lebih jauh dikatakan dia, masyarakat tak akan merasakan proses pembangunan yang nyata dan menyeluruh dari seorang pemimpin yang terpilih dikarenakan faktor money politic, bukan karena program yang ditawarkan atau figurnya yang memang dikenal oleh kalangan luas. “Karena pasti pemimpin yang terpilih melalui politik uang akan berusaha menguras kekayaan daerah untuk mengembalikan uang yang telah digunakannya dalam pemilukada. Jika terjadi demikian, maka pembangunan pasti terabaikan dan masyarakat juga tak diperhatikan,” cetusnya.
Oleh sebab itu, masyarakat Kabupaten Sekadau harus cerdas dalam menentukan pilihan politiknya pada pemilukada 19 Mei mendatang. Sehingga roda pembangunan di ‘Bumi Lawang Kuari’ terus berputar dan berkesinambungan hingga 5 tahun ke depan.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
