Minus sehari masa pemungutan suara pada pemilukada di Kabupaten Bengkayang, Selasa (18/5) diwarnai dengan membanjirnya selebaran yang bernuansa SARA maupun yang menjatuhkan karakter salah satu pasangan calon.
Minus sehari masa pemungutan suara pada pemilukada di Kabupaten Bengkayang, Selasa (18/5) diwarnai dengan membanjirnya selebaran yang bernuansa SARA maupun yang menjatuhkan karakter salah satu pasangan calon.
Hasil temuan di lapangan, sedikitnya ada dua selebaran yang isinya berbeda antara yang satu dengan lainnya. Satu selebaran berisi tentang pengkafiran terhadap salah satu agama, sedangkan yang satunya lagi menyebutkan ada hubungan luar nikah yang dilakukan oleh salah satu kandidat wakil bupati pada 2005 silam. “Selebaran itu berbentuk fotocopy yang disebarkan tidak hanya di tengah pasar, melainkan juga hingga di daerah,” ungkap seorang warga Desa Sebalo, Didi Sulaiman sambil menunjukkan isi selebaran tersebut.
Sementara itu, salah seorang warga Kelurahan Sebalo, Sugianto juga menyayangkan terjadinya penyebaran selebaran tersebut. Menurutnya, hal itu merupakan sebuah tindakan yang tidak terpuji. “Kalau sampai terjadi perselisihan yang mampu menimbulkan konflik politik, siapa yang akan rugi kalau bukan kita masyarakat Bengkayang itu sendiri,” cetusnya.
Sugianto mengharapkan, lembaga yang berwenang segera menertibkan dan mengamankan tindakan tersebut. Seperti, panwaslukada dan kepolisian, sehingga penyebar selebaran tersebut bisa diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. “Jangan sampai Bengkayang menjadi rusak, karena oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab,” kata Sugianto.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
