You are here

Filosofi Angka Dimata Cakada Sintang

Cabut undi nomor urut pasangan calon bupati dan calon wakil bupati Kabupaten Sintang yang berlangsung di aula KPU Sintang, Kamis (18/3) berlangsung seru.

Yel-yel yang diteriakan masing-masing pendukung pasangan saling sahut-menyahut di ruang tersebut.

Mulai dari kata Mantap!, Lanjutkan!, Pantas dan Menang terdengar secara lantang di ruang yang menjadi sempit karena jejalan manusia tersebut.


Ketua KPU Sintang, Ade M Iswadi usai membacakan runtutan kronologis, mulai

dari pendaftaran sampai penetapan pasangan calon mempersilahkan kepada 4 calon bupati untuk mencabut nomor urut.


Pasangan calon dipanggil berdasarkan nomor pendaftaran ke KPU Sintang beberapa waktu lalu. Pasangan Yansen-Anton sebagai pendaftar pertama mendapatkan giliran yang pertama untuk mengambil nomor urut yang tertutup dalam sebuah kotak.


Kemudian, dilanjutkan dengan pasangan Mikael Abeng-Suyanto Tanjung, lalu pasangan Milton Crosby-Ignasius Juan serta yang terakhir adalah pasangan Jarot-Kartiyus.


Ketika sama-sama membuka kertas nomor

Urut tersebut, Yansen mendapatkan nomor urut 1, Milton mendapatkan nomor urut 2, Abeng mendapatkan nomor urut 3 dan Jarot mendapatkan nomor urut 4.


Dengan nomor urut yang didapatkan ini, ternyata setiap pasangan calon memberikan makna dari angka yang mereka peroleh tersebut.


Yansen Akun Effendy mengatakan, nomor urut satu baginya memberikan petunjuk bahwa Tuhan beserta mereka (pasangan Mantap:Ed). Meski

tidak direncanakan mendapatkan nomor urut 1, namun menurutnya, pada tiga tahapan sebelumnya, Ia memang menjadi pasangan yang selalu berada di nomor 1.


Mulai dari pendaftaran, pelengkapan berkas pencalonan hingga pencabutan nomor urut pasangan calon juga.

“Ini tanda bahwa Tuhan Yang Maha Kuasa merestui kami dan mudah-mudahan pemilih memilih pasangan nomor urut 1. Yang terpenting bagi kami adalah ora et labora ,” bebernya.


Sementara itu, calon bupati Sintang dari Koalisi Gerbang Emas, Milton Crosby mengatakan, nomor urut 2 yang dicabutnya memang sesuai dengan nomor yang diharapkannya sebelum berangkat ke KPU Sintang.


Baginya nomor urut 2 berarti restu pula dari Tuhan Yang Maha Kuasa untuk menjadi pemimpin Sintang yang kedua kalinya.

“Maka tidak salah kalau kita pakai kata lanjutkan untuk kedua kalinya. Sedangkan dalam demokrasi nomor urut 2 itu berarti victory atau kemenangan,” ujarnya.


Sementara peraih nomor urut 3, yakni pasangan Aben-Ajung yang diusung Koalisi Nusantara. Dan sayangnya pada bagian puncak tahapan pemilukada tersebut, Suyanto Tanjung alias Ajung tidak hadir dalam acara tersebut.

“Beliau sedang membawa anaknya berobat karena anak beliau sedang sakit,” kata

Abeng.


Ditambahkan Abeng,  nomor urut 3 yang berhasil diperolehnya sesuai dengan pembuatan tanda salib sebelum dirinya mencabut nomor urut. Tanda salib dan angka 3 sendiri, menurutnya bermakna tri tunggal atau Tuhan Yang Maha kudus.


Sementara itu, pasangan Jarot-Kartiyus yang diusung Koalisi Pelangi mendapatkan nomor urut 4. Jarot sendiri ketika diminta komentar tentang nomor urut yang

diperolehnya mengatakan, bahwa nomor 4 adalah nomor keberuntungan baginya.

Ia pun menghubungkan letak duduknya yang berada dideret paling kanan dari kursi para pasangan calon.

“Pilih yang paling kanan, karena jalan kebenaran dan kemenangan itu ada di bagian kanan. Maka pilihan yang tepat adalah pasangan calon nomor urut 4,” gugahnya.


Nomor urut 4 sendiri menurutnya, sesuai dengan harapanannya pula. Dalam pencabutan nomor urut, dirinya memilih menggunakan prinsip jika tidak dinomor pertama maka di nomor akhir.

“Artinya, biarkan pasangan nomor 1, 2 dan 3 berebut, tapi pasangan nomor 4 yang dapat,” ujarnya sambil tertawa.