You are here

DPP PAN Ancam Beri Sanksi Kader "Mbalelo"

DPP Partai Amanat Nasional (PAN) kembali menegaskan akan memberikan sanksi yang keras kepada kadernya jika ditemukan bukti kuat tidak mendukung pasangan Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono pada Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun ini.

DPP Partai Amanat Nasional (PAN) kembali menegaskan akan memberikan sanksi yang keras kepada kadernya jika ditemukan bukti kuat tidak mendukung pasangan Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono pada Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun ini.

"Akan ada sanksi tegas bagi mereka yang `mbalelo` terhadap keputusan partai," kata Wakil Sekjen DPP PAN, Nasrul Bahar, kepada wartawan di sela menghadiri acara Deklarasi Pemenangan Capres dan Cawapres SBY-Boediono yang digelar pengurus DPW PAN Sulawesi Tengah (Sulteng) di Palu, Senin.

Menurul Nasrul, bagi PAN, sikap mendukung pasangan capres dan cawapres bernomor urut dua itu merupakan keputusan mutlak dan tak bisa ditawar-tawar.

Masalahnya, kata dia, dukungan terhadap pasangan tersebut merupakan rekomendasi partai berdasarkan hasil keputusan Rapat Kerja Nasional PAN di Yogyakarta awal Mei lalu.

Nasrul tidak menampik jika di sejumlah daerah terdapat beberapa kader PAN terlibat dalam tim sukses pasangan capres-cawapres lain.

"Itu hak politik mereka. Tapi, (ada sebagiannya) sulit dibuktikan apakah mereka yang terlibat (mendukung pasangan lain) itu adalah kader PAN atau bukan," tuturnya.

DPP PAN sendiri masih terus memantau dan menginventarisir kader-kadernya yang terbukti mendukung atau menjadi tim sukses dari pasangan capres dan cawapres di luar SBY-Boediono, dengan mengontak pengurus di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

Pemantauan itu kemungkinan terkait penerapan sanksi yang akan diberikan, yaitu jika yang bersangkutan duduk di lembaga legislatif tentunya akan dimasukkan dalam rencana pergantian antarwaktu (PAW), dan bila menjadi pengurus partai akan terkena program "resshuffle".

Nasrul juga menyatakan PAN sebagai institusi politik hingga kini tetap komit mendukung dan siap memenangkan pasangan SBY-Boediono.

"Saat ini hubungan komunikasi antara pimpinan di pusat dengan pengurus di daerah tetap berjalan lancar, dan bahkan semakin solid dalam memenangkan pasangan SBY-Boediono," katanya.

Ia berharap sekitar enam juta kader dan simpatisan PAN di seluruh Tanah Air, termasuk di Sulteng (lebih 50.000 suara dukungan) pada Pemilu Legislatif 9 April lalu, dapat memberikan hak pilihnya kepada pasangan SBY-Boediono.

Deklarasi pemenangan capres dan cawapres SBY-Boediono yang dilaksanakan DPW PAN Sulteng itu dihadiri ratusan pengurus kader dan simpatisan dari seluruh kabupaten/kota dan kecamatan setempat.

"Deklarasi ini dilaksanakan untuk menyatukan tekad bekerja secara maksimal dalam memenangkan pasangan SBY-Boediono, melalui sosialisasi dan pencitraan positif kepada masyarakat luas," demikian Nasrul yang juga caleg PAN terpilih untuk DPR-RI dari daerah pemilihan Sumatera Utara.

Ancaman kepada kader "mbalelo" itu sebelumnya sudah disampaikan Ketua Dewan Penasehat DPP PAN, Amien Rais.