You are here

Debat Kandidat Tutup Kampanye Pemilukada Sintang

Hari terakhir kampanye Pemilukada Sintang ditutup dengan pelaksanaan debat kandidat pasangan calon bupati/wakil. Kegiatandi pusatkan di Gedung Pancasila pada Sabtu, (15/5).

Hari terakhir kampanye Pemilukada Sintang ditutup dengan pelaksanaan debat kandidat pasangan calon bupati/wakil. Kegiatandi pusatkan di Gedung Pancasila pada Sabtu, (15/5).

Dalam debat kandidat tersebut, penyelenggaran kegiatan yang langsung dihandel oleh KPUD Sintang mengusung 3 panelis dari Universitas Tanjungpura Pontianak. Masing-masing Prof. Garuda Wiko, akademisi dan praktisi hukum Untan, kemudia dekan FKIP Untan DR.Aswandi serta dekan fakultas ekonomi Untan Evi Asmayadi.

Debat dipandu oleh Deni Trisna Diah, sekretaris KPUD provinsi. Masing-masing pasangan calon diminta mengambil sebuah amplop yang didalamnya berisi bidang pembangunan yang harus dipaparkan sesuai dengan visi dan misi masing-masing. Pasangan Yansen Akun Effendy-Antonius Situmorang yang diusung oleh koalisi mantap mendapatkan jatah untuk memaparkan program pengembangan ekonomi dan pengentasan kemiskinan, pengangguran serta kebijakan untuk pengembangan UKM. Yansen yang telah keliling Kabupaten Sintang sejak tahun lalu mengatakan bahwa kelapa sawit dan karet merupakan komoditi unggulan yang ada di Sintang. Maka menurutnya sector perkebunan merupakan prioritas pembangunan bidang ekonomi.

Pasangan Milton Crosby-Ignasius Juan yang diusung oleh koalisi gerbang emas memaparkan tentang penanganan program kesehatan. Menurutnya kesehatan adalah salah satu masalah krusial di Sintang sehingga bila terpilih kelak akan menjadi salah satu program prioritas. Kebijakan yang akan ditempuh adalah melanjutkan program Jamkesda yang telah dimulainya saat ia memimpin Sintang bersama dr.Jarot Winarno. “Sedangkan terhadap penyakit menular, tentu ini perlu dilakukan pemetaan daerah dan upaya melakukan tindakan pencegahan,” katanya.

Pasangan Mikael Abeng-Suyanto Tanjung yang diusung oleh koalisi nusantara mendapatkan jatah memaparkan program pendidikan. Abeng yang mantan ketua DPRD Sintang selama dua periode menyoroti tentang masih minimnya sarana pendukung penyelenggaraan pendidikan dan minimnya jumlah tenaga pendidik. Ia pun bertekad akan mewujudkan amanah UU untuk memplotkan anggaran sebesar 20 persen daro total APBD untuk bidang pendidikan bila terpilih kelak.

Sementara pasangan nomor urut 4 Jarot Winarno-Kartiyus  yang diusung oleh koalisi pelangi kebagian jatah memaparkan tentang pelayanan public. Sesuai dengan visi dan misi yang selalu disampaikan kepada masyarakat, pelayanan public akan diperbaiki melalui kebijakan reformasi birokrasi. Antara lain dengan penempatan pegawai/pejabat sesuai dengan keahliannya. Membuat kontrak kerja antara yang intinya siap mundur pejabat SOPD bila ternyata tidak mampu menjalankan tugas.

“Pemerintah adalah pelayanan rakyat, maka reformasi birokrasi menjadi mutlak untuk dilakukan untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada rakyat,” tegasnya.