You are here

Tutup Jalan Tikus

Hubungan dagang internasional antar dua negara jika dikelola dengan baik dan benar akan membawa dampak ekonomi yang positif bagi pertumbuhan ekonomi. Namun jika praktik illegal dibiarkan, tentu justru permasalahan-permasalahan yang timbul.


Kepala Konsulat Malaysia Pontianak, Khairul Nazran memaparkan ada sebanyak 52 buah jalan tikus penghubung antara Sarawak Malaysia dan Kalbar Indonesia. Sementara jalan resmi antara dua Negara itu hanya lima buah. Meskipun banyak jalan tikus, namun pemerintah Malaysia tidak mengambil tindakan menyekat jalan itu.

Menurutnya, mengingat sebagai bangsa serumpun, maka hal itu tidak kita tindak lanjuti lebih lanjut. Pihaknya masih menjaga sikap harmoni kepada masyarakat khususnya masyarakat di perbatasan. Ini diungkapkan Khairul saat ditemui di sela-sela perayaan HUT Kemerdekaan Malaysia ke-54 di Room Takalar, Grand Mahkota Hotel, Rabu (21/9) malam kemarin.


Khairul mengatakan pilihan ini cukup beralasan. Mengingat masyarakat perbatasan antar dua Negara itu masih ada keterikatan persaudaraan. Khairul menambahkan sebenarnya masyarakat di kawasan perbatasan itu tidak memiliki kesalahan. Hanya saja, ada oknum-oknum tertentu menggunakan masyarakat perbatasan untuk dijadikan tameng penyelundupan dan sebagainya.


Sinyalemen yang dilontarkan Konsul Malaysia jika dicermati dengan seksama merupakan tamparan keras bagi wajah penegakkan hukum di pihak Indonesia. Secara tersirat, disebutkan oleh konsul, bagaimana lemahnya pengawasan dan permainan oknmun-oknum petugas yang abai terhadap tugas dan tanggung jawabnya sebagai penjaga kewibawaan dan kedaulatan negara.

Praktik penyelundupan merupakan ancaman. Penyelundupan, disadari atau tidak, telah merongrong kedaulatan dan harga diri bangsa. jika praktik ini terus dibiarkan tumbuh subur di sepanjang garis perbatasan Indonesia-Malaysia di Kalimantan Barat, tentu nama baik dan reputasi provinsi ini juga ikut cemar.

Sudah sepatutnya parat terkait dan pihak-pihak yang digaji untuk menjaga marwah dan harga diri bangsa ini mengambil tindakan konkrit. Mulai dari pejabat pusat hingga daerah harus turun tangan menyikap persoalan yang sudah menahun ini. Sebagai sebuah bangsa kita tentu tak mau disebut sebagai bangsa penyelundup, bangsa tikus karena suka memanfaatkan jalan tikus. Tak ada pilihan lain, tutup segera jalan tikus.

 


Senget

52 Buah Jalan Tikus Kalbar-Sarawak

Perlu disebar 52 ekor kucing di jalan itu

Bang Tribune