Pemerintah Provinsi Kalbar, melalui Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar mengharapkan masyarakat agar berpartisipasi aktif untuk memerangi kasus gizi buruk yang melanda di sejumlah kabupaten/kota di seantero ‘Bumi Borneo Barat’.
Selain mengharapkan peran aktif masyarakat Kalbar dalam memerangi gizi buruk, Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar juga telah memerintahkan setiap petugas kesehatan di daerah, khususnya Puskesmas untuk melakukan upaya pencegahan serta melakukan promosi secara rutin.
Pemerintah berpendapat, kasus gizi buruk yang terjadi di Kalbar, kerap terjadi di daerah terpencil, khususnya masyarakat dengan tingkat ekonomi rendah, tingkat pendidikan rendah serta layanan kesehatan yang masih sangat terbatas.
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, sepanjang 2010, telah terjadi 439 kasus gizi buruk yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Kalbar. Dimana Kabupaten Kapuas Hulu menjadi penyumbang tertinggi kasus gizi buruk di Kalbar, yakni mencapai 117 kasus, sementara kasus terendah terjadi di Kabupaten Sekadau, yakni dua kasus gizi buruk. Selanjutnya di Kota Pontianak terjadi 23 kasus gizi buruk dan Kota Singkawang terjadi 12 kasus gizi buruk. Sedangkan persentase kasus gizi buruk pada 2010, berada pada angka 0,6 persen dari sekitar 200 ribu bayi.
Tak hanya itu, Pemerintah juga mengharapkan kesediaan dari masyarakat untuk segera melaporkan jika menemukan kasus gizi buruk di lingkungan mereka. Sehingga dari hasil laporan tersebut, Pemerintah akan segera menindaklanjuti hal itu dengan memberikan penanganan secara medis kepada para penderita gizi buruk.
Bahkan Pemerintah juga mengaku bahwa pihaknya telah memerintahkan setiap petugas kesehatan di daerah, khususnya Puskesmas untuk melakukan upaya pencegahan serta melakukan promosi secara rutin.
Apapun yang diharapkan serta yang diklaim telah dilakukan oleh Pemerintah terkait penanganan kasus gizi buruk yang terjadi, yang jelas publik mendesak agar semua pihak, termasuk Pemerintah sebagai leading sector harus berada dibarisan terdepan dalam menangani kasus gizi buruk yang terjadi di Kalbar.
Dan publik merasa, kejadian kasus gizi buruk yang terjadi di Kalbar maupun di sejumlah kabupaten/kota lainnya di seluruh Indonesia, merupakan potret buram serta kenyataan pahit yang sampai hari ini masih dirasakan oleh rakyat Indonesia.
Ironis bukan. Apalagi kasus gizi buruk masih saja terus terjadi di republik ini, termasuk di Provinsi Kalbar. Padahal usia republik ini sudah lebih dari setengah abad. Namun pada kenyataannya, pesatnya kemajuan pembangunan yang kerap digelorakan oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi serta kabupaten/kota, ternyata tidak berbanding lurus dengan nasib serta kondisi kesehatan masyarakat, terlebih masyarakat yang berada di daerah pedalaman.
Yang perlu diingat. Pemerintah, mulai dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah harus lebih serius lagi dalam menangani kasus gizi buruk. Pemerintah harus lebih all out lagi dalam bertindak serta melakukan beragam upaya demi menuntaskan kasus gizi buruk yang terjadi.
Pemerintah sebaiknya bukan malah sibuk berdalih serta memberikan beragam alasan demi menutupi kelemahan dari kinerja aparatur pemerintahan. Karena rakyat butuh solusi, bukan dalih.
///Bang Tribune
Pemilukada Gubernur dah di depan mate…
Pejabat jangan suke tebar pesona ye…
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
