Selamat jalan calon haji. Ucapan itu ingin kita sampaikan kepada para jamaah calon haji asal Kalimantan Barat (Kalbar) yang akan berangkat ke tanah suci dalam beberapa hari mendatang. Kita turut mendoakan agar mereka yang pergi haji memperoleh haji yang mabrur.
Lebih dari sekadar ucapan, kita juga ingin menyampaikan pesan untuk mereka. Pesan yang sekadar mengingatkan kembali bahwa perjalanan yang dilakukan sekarang ini adalah perjalanan ritual. Bukan perjalanan biasa. Ini perjalanan ibadah.
Haji adalah kewajiban umat Islam, khususnya untuk mereka yang mampu. Mampu dalam pengertian ini ada dua. Pertama, mampu dari dari sisi ekonomi yaitu melunaskan biaya pergi haji yang jumlahnya mencapai lebih dari Rp25 juta. Bahkan, sesungguhnya, angka yang harus dipersiapkan sebenarnya bisa mencapai Rp30 juta. Sebab, sebagaimana diatur dalam syariat, biaya yang harus dipersiapkan itu meliputi biaya berangkat dan biaya untuk mereka yang ditinggalkan.
Kedua, mampu dari sisi fisik. Mampu fisik maksudnya, kemampuan untuk melakukan perjalanan dari kampung halaman ke tanah suci, dan sebaliknya, pulang dari tanah suci ke kampung halaman. Tidak saja naik kendaraan darat, udara, tetapi juga beberapa perjalanan ditempuh dengan berjalan kaki. Itulah sebabnya, jika dilihat sepintas lalu, perjalanan itu jauh dan cukup berat juga. Tidak mungkin orang sakit dapat melakukan perjalanan itu.
Syarat itulah yang menyebabkan tidak semua muslim dapat melakukan hal itu. Hanya muslim terpilih. Hanya muslim yang kononnya ada panggilan yang dapat sampai ke tanah suci Makkah.
Karena itu, suka duka perjalanan hendaklah dinikmati, sebagai bagian dari cobaan. Suka dalam perjalanan tidak lantas ditanggapi dengan riang yang lepas, dan sebaliknya duka yang ditemui bukan lantas disikapi dengan keluhan yang berkepanjangan.
Selalu ada rahasia tuhan di balik semua hal. Bisa jadi duka yang dialami sebenarnya adalah sesuatu yang sangat baik untuk kita. Agar kita semakin terlatih dan tertempa oleh pengalaman. Matang karena gemblengan.
Sebaliknya bisa jadi suka yang kita temukan sebenarnya hanya hiburan yang melenakan dan melalaikan, yang sebenarnya tidak berarti banyak untuk meningkatkan kualitas kita di kemudian hari. Tentu, tak mungkin kita melakukan haji sebagai perjalanan biasa dan kita tidak mendapatkan apa-apa kecuali tambahan titel ‘haji’ di depan nama. Tak mungkin kita berpikir bahwa gelar haji lebih penting daripada kualitas haji yang diperoleh.
Selain itu, juga perlu diingatkan bahwa jamaah yang pergi adalah duta Kalbar. Duta yang akan mempromosikan Kalbar di mata orang lain, di mata dunia.
Sebagai duta, maka selayaknya, para jamaah memperlihatkan sesuatu yang terbaik yang bisa diperlihatkan kepada orang lain. Terbaik sebagai jamaah yang sopan, tertib dan disiplin. Terbaik sebagai jamaah yang mudah diurus dan kompak.
Mudah-mudahan usaha menampilkan diri sebagai duta yang terbaik, akan membawa hikmah bagi diri dan bagi Kalbar di masa mendatang. Semoga Allah merahmati.
Massa mengamuk lalu membakar Polsek Simpang Hulu
Semoga bukan jadi tes bagi polisi menjelang Pilgub 2012.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
