Belakangan terakhir, isu seputar reshuffle kabinet di jajaran Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II kembali berhembus kencang. Eskalasi politik di jajaran kursi kabinet menjadi panas seiring terbongkarnya sejumlah kasus dugaan suap dan korupsi yang diduga melibatkan sejumlah pejabat, bahkan menteri di era kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Kebusukan serta perilaku korup yang sangat merugikan keuangan Negara tersebut, diantaranya dugaan korupsi proyek pembangunan wisma atlet, di Palembang, proyek pembangunan pusat latihan olahraga di Hambalang, Jawa Barat, proyek PPID Transmigrasi senilai Rp 500 miliar dan lainnya.
Pada prinsipnya, rakyat sangat mendukung setiap langkah serta keputusan yang akan diambil oleh Presiden terkait hak prerogatifnya untuk mengganti para pembantunya atau para menteri di jajaran pemerintahannya. Apalagi kalau menteri tersebut terbukti melanggar hukum serta ketentuan yang berlaku di republik ini.
Dan kalau memang si menteri terbukti bersalah, maka yang bersangkutan tidak hanya harus dilengserkan dari kursinya, melainkan juga harus dijebloskan ke dalam penjara untuk mempertanggungjawabkan segala perbuatannya.
Presiden tidak boleh ragu serta bimbang dalam mengambil sikap serta keputusan terkait isu reshuffle di kabinetnya tersebut. Presiden juga tak boleh hanyut serta berlarut-larut dalam menimbang, menakar serta memutuskan siapa orang-orang yang dianggap cakap, kredibel serta professional untuk diangkat menjadi menteri.
Hendaknya Presiden juga tidak boleh terkontaminasi dengan manuver serta mop yang dilakukan oleh sejumlah partai politik yang tergabung dalam Setgab terkait isu reshuffle kabinet. Partai politik tertentu serta kader dari sejumlah partai politik yang duduk di jajaran kementerian juga tentu merasa gundah atas nasibnya di jajaran kabinet. Apakah masih dipertahankan atau bahkan dilengserkan oleh Presiden.
Yang jelas, rakyat hanya ingin Pemerintah Pusat serta Pemerintah Daerah di seantero Nusantara bisa lebih serius serta lebih peka lagi dalam menjalankan roda pemerintahan demi mensejahterakan rakyatnya. Bukan malah mengalami stagnasi, apalagi sebaliknya.
/Bang Tribune
Reshuffle kabinet, …?!
Atau hanye bong-bong pukol angen…
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
