You are here

Menyadari Keragaman

Sangat penting bagi kita menyadari adanya keragaman di tengah masyarakat kita di Kalimantan Barat (Kalbar) ini. Sangat penting bagi kita menerapkan prinsip-prinsip keragaman di tengah kehidupan masyarakat majemuk.

Itulah pesan yang ingin kita sampaikan pada peringatan hari Sumpah Pemuda, besok. Besok, 28 Oktober 2011,  kita di Kalbar, sebagai bagian dari bangsa Indonesia, akan menyambut hari Sumpah Pemuda. Kita akan mengingat kembali  peristiwa bersejarah itu.

Kita akan mengisi peringatan dengan upacara. Kita akan mengiringi dengan renungan dan doa. Kita akan menutupnya dengan pesta.

Tetapi, lebih dari sekadar mengingat peristiwa itu, kita diajak mengingat pesan-pesan yang disampaikan melalui peringatan itu. Kita diajak untuk melihat kembali komitmen kita terhadap janji yang diucapkan pemuda Indonesia ketika itu.

Apakah janji persatuan yang mereka gagas bisa dipertahankan? Adakah janji persatuan yang diucapkan mereka bisa wujudkan hingga hari ini?

Pada peringatan kali ini, penting bagi kita mempertanyakan komitmen kita mewujudkan persatuan di tengah masyarakat.  Kita disodorkan pada pertanyaan itu karena di sana-sini kita menyaksikan persatuan kita luntur.

Ada beberapa contoh memperlihatkan bahwa meskipun kita menyadari bersuku-suku, menyadari ada keragaman, tetapi kita tidak mengamalkan semangat keragaman itu.  

Ada sering terjadi pergesekan karena keragaman itu. Kita di Kalbar pernah mengalami sendiri berada dalam gesekan keragaman itu. Keragaman pernah menjadi masalah dan hantu yang menakutkan.

Faktanya, di tengah masyarakat kita di Kalbar ada persoalan muncul di balik kepelbagaian. Sesekali masih ada masalah suku muncul. Sesekali ada masalah kelompok mencuat. Sesekali ada persoalan pribadi dikedepankan; semuanya mengalahkan kepentingan bangsa untuk bersatu.

Semoga, momentum sumpah pemuda mengingatkan kita pada soal ini. Semoga kita dapat kembali pada komitmen kita untuk menghargai perbedaan.