Optimisme terhadap pengembangan ekonomi Indonesia dihembuskan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Armida S Alisjahbana. Ia mengatakan, perspektif percepatan pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat dilihat, bahwa perekonomian nasional memiliki daya tahan yang relatif baik, tetapi perlu tumbuh lebih tinggi.
Selama krisis keuangan dan resesi global, ekonomi Indonesia mampu tumbuh sebesar 4,6 persen dan sekaligus mampu mengurangi pengangguran dan kemiskinan. Hal ini disampaikan Menteri PPN / Bappenas RI, Rabu (6/4) melalui Staf Ali Menteri PPN/Bappenas RI Bidang Pembangunan, Mesdin Kornelis Simarmata, saat menghadiri Musrenbang Kalbar di Pontianak.
Di sisi lain menurut Menteri, ditinjau dari kualitas pertumbuhan, tingkat kesejahteraan masyarakat masih rentan terhadap gejolak harga (inflasi), sementara itu, persentase penduduk miskin terus menurun. Angka kemiskinan berhasil diturunkan dari 16,66 persen pada tahun 2004 menjadi 13,3 persen pada tahun 2010, tapi, angka ini masih jauh dari target 8-10 persen pada tahun 2014, dan dengan tingkat pengangguran yang dipandang masih cukup tinggi, meskipun telah diturunkan dari 11,24 persen pada tahun 2005 menjadi 7,14 persen pada posisi bulan Agustus 2010.
Dikatakan olehnya, untuk menghadapi ketidakpastian global tahun 2012, tantangan pembangunan yang utama adalah membangun kemampuan nasional untuk menahan gejolak. Di samping itu, percepatan pertumbuhan ekonomi yang dicanangkan pada tahun 2011 perlu dijaga agar tidak kehilangan momentum.
Prioritas pembangunan nasional yang akan mendukung pelaksanaan RKP Tahun 2012 masih akan bertumpu pada 11 Prioritas Nasional yaitu, Reformasi Birokrasi dan Tata Kelola, Pendidikan, Kesehatan, Penanggulangan Kemiskinan, Ketahanan Pangan, Infrastruktur, Iklim Investasi dan Usaha, Energi, Lingkungan Hidup dan Bencana, Daerah Tertinggal, Terdepan, Terluar, dan Pascakonflik; dan Kebudayaan, Kreativitas, dan Inovasi Teknologi. Selain kesebelas prioritas tersebut, ada tiga prioritas lainnya yakni, Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Bidang Perekonomian dan, Bidang Kesejahteraan Rakyat.
Mendengar optimisme yang ditiupkan oleh menteri, kita sebagai rakyat berhak turut optimis pula. Pengembangan ekonomi yang didengungkan pemerintah kita harapkan dapat menjadi kenyataan. Sudah cukup lama kita sebagai rakyat hidup di bawah bayang-bayang resesi ekonomi yang menakutkan di bawah resesi global.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
