Rabu (24/2) siang ini pukul 14.00 WIB, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI, Jero Wacik dijadwalkan akan membuka secara resmi Festival Cap Go Meh yang akan dipusatkan di Jalan Diponegoro, Kota Pontianak.
Rabu (24/2) siang ini pukul 14.00 WIB, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI, Jero Wacik dijadwalkan akan membuka secara resmi Festival Cap Go Meh yang akan dipusatkan di Jalan Diponegoro, Kota Pontianak.
Festival Cap Go Meh tersebut memang baru pertama kali diselenggarakan di Kota Pontianak. Biasanya, bila menyangkut barang baru atau kali pertama kita selalu was-was bagaimana hasil akhirnya apakah klimaks atau anti klimaks.
Sebagai warga kota, tentu kita semua berharap kegiatan yang melihatkan semua etnis yang ada di Kalbar itu berjalan sukses. Apalagi kegiatan tersebut masuk dalam agenda Visit Kalbar 2010. Jelas yang bisa diharapkan dari festival tersebut selain sukses, Kota Pontianak khsususnya dan Kalbar umumnya banyak dikunjungi oleh para wisatawan baik lokal, regional muapun internasional.
Karena ini baru kali pertama, kita pasti tidak mau pelaksanaannya mengecewakan. Oleh karenanya, kita mesti berpartisipasi mensukseskannya. Minimal kita ikut menjaga keamanan lingkungan kita, kota kita dan wilayah kita.
Dan yang paling penting lagi bagaimana kita bisa berkunjung ke Jalan Diponegoro yang dijadikan arena festival. Kehadiran kita, bukan hanya turut memeriahkan kegiatan tersebut, tapi kita bisa menyaksikan sekaligus merasakan berbagai jajanan dan kuliner yang dijual di sana.
Kita sadari, gawe festival tersebut belumlah sehebat perhelatan Cap Go Meh di Kota Singkawang, yang saat ini juga tengah dipersiapkan. Tapi paling tidak kita sudah ada niat untuk turut memeriahkan festival sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.
Mengapa kita masyarakat diharapkan turut mensukseskan festival Cap Go Meh tersebut? Tentu keterlibatan langsung pemerintahlah yang menjadi alasan utama kita. Pemerintah lewat Dinas Kebudayaan dan Pariwisata baik provinsi maupun Kota Pontianak terlibat langsung sebagai panitia.
Bahkan jauh-jauh hari sebelumnya, pemerintah sudah mempersiapkan agar kegiatan itu bisa berlangsung semarak. Perhatian pemerintah juga bukan hanya pada gawe Cap Go Meh saja yang akan dijadikan agenda mendukung Visit Kalbar 2010, tapi juga semua event budaya di Kalbar seperti Robo-Robo yang baru lewat pekan kemarin, lalu yang sudah di depan mata adalah Naik Dango dan Gawai Dayak.
Sebetulnya pada saat yang sama juga akan digelar Pawai Ta’ruf yang dilaksanakan oleh Frons Pembela Islam (FPI) Kalbar. Dan itu akan dilansungkan di halaman Makorem pada 28 Februari mendatang.
Nah, dari rangkaian event budaya tersebut, sebagai anak daerah ini kita harus bangga, ternyata semua budaya yang akan digelar tersebut melihatkan semuanya. Baik untuk mengisi acara itu sendiri maupun dalam mempersiapkannya. Itulah indahnya kebersamaan dalam keberagaman suku, agama dan etnis di Kalbar ini.
Kerukunan yang kita bangun itu sungguh indah dan bahkan menjadi contoh bagi daerah lain di Republik ini. Semoga!
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
