You are here

Mahalnya Air Bersih

Meski Kota Pontianak dirundung hujan setiap harinya, namun hal ini tidak berlaku bagi daerah-daerah lain, misalnya Kecamatan Pulau Maya Karimata,, sejak beberapa bulan ini intensitas hujan justru menurun.
Akibatnya, sejumlah masyarakat kesulitan air bersih dan terpaksa mengantre. Untuk mendapatkan air, masyarakat kerap menunggu giliran sistem tiket antrean yang diberlakukan dari ketua kelompok yang dituakan.
Masyarakat Kalbar yang cenderung bergantung pada air bersih, senantiasa menjadi sebuah persoalan ketika hujan tak kunjung datang. Kekeringan terjadi dimana-mana, namun air bersih tetap menjadi kebutuhan.
Air bersih pun menjadi incaran dan menjadi barang mahal. Per jerigen, warga pun harus merogoh kocek dalam-dalam, karena tak sedikit biaya yang dikeluarkan. Bisa mencapai Rp 5.000 hingga 6.000. Padahal air merupakan kebutuhan hidup orang banyak.
Ternyata tidak hanya di Kalbar sejumlah daerah yang ada di pulau Jawa pun mengalami hal yang sama, seperti di Kota Cimahi Jawa Barat, Gunung Kidul Yogyakarta, Tasikmalaya, dan sejumlah daerah lainnya.
Tak ayal, perkebunan dan pertanian rakyat pun menjadi kering, persediaan air bersih kian menipis, ujung-ujungnya warga semakin sengsara.
Peristiwa ini semakin menguatkan tanggapan Forum Air Dunia II (World Water Forum) di Den Haag (Maret, 2000) yang menyebutkan bahwa Indonesia termasuk salah satu negara yang akan mengalami krisis air pada 2025.
Hal ini disebabkan kelemahan dalam pengelolaan air, seperti pemakaian air yang tidak efisien. Laju kebutuhan akan sumberdaya air dan potensi ketersediaannya sangat pincang dan semakin menekan kemampuan alam dalam menyediakan air. Kemudian, sumberdaya air secara kuantitatif akan semakin terbatas dan secara kualitatif akan semakin menurun.
Faktor-faktor lain yang mempengaruhi adalah karena pertambahan penduduk, pertumbuhan ekonomi telah meningkatkan kebutuhan air baik jumlahnya maupun kualitasnya.
Sehingga air menjadi komoditi yang langka dan relatif mahal. Sumber-sumber air yang diharapkan pun kerap tak dapat difungsikan, salah satunya karena terintruisi, tercemar, dan terpaksa ditutup karena untuk kebutuhan properti.
Air pada umumnya diperlukan untuk kebutuhan minum, kebutuhan rumah tangga, kebutuhan baku untuk industri perkotaan. Penyediaan air bersih haruslah disesuaikan dengan komposisinya dan seimbang. Kegagalan memahami kebutuhan yang nyata dalam penyediaan jenis sumberdaya air yang diperlukan, dapat mengakibatkan manajemen sumberdaya air berjalan tidak optimal.
Secara umum kebutuhan untuk jenis air minum memerlukan air dengan kualitas yang lebih baik dibandingkan kebutuhan untuk jenis air lainnya. Hal inilah yang mengakibatkan perlunya identifikasi ketersediaan air yang ada untuk memenuhi kebutuhan masyarakat berdasarkan jenis air dan ketersediaannya.
Khususnya di Indonesia yang sedang bergerak memasuki tahapan krisis sumberdaya air.
Langkah-langkah persiapan dan pencegahan permasalahan ini haruslah mulai dipikirkan dan disiapkan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengantisipasi krisis air bersih dan lebih baik ada cadangan daripada kekurangan air. Apalagi air bersih merupakan pemenuhan kebutuhan dasar. Sebab, kebutuhan air bersih mutlak diperlukan.


---sengit----
Kemarau, air bersih semakin sulit
Tak mau kalah dengan harga bensin...