You are here

Gizi Buruk

Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar mengharapkan partisipasi aktif dari masyarakat untuk memerangi kasus gizi buruk yang melanda di sejumlah kabupaten/kota di seantero Kalbar.

“Kita minta kesediaan masyarakat untuk segera melaporkan jika menemukan kasus gizi buruk di lingkungan mereka. Dari hasil laporan itu akan segera kita tindaklanjuti dengan memberikan penanganan secara medis kepada penderita gizi buruk,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Andy Jap.

Selain mengharapkan peran serta aktif masyarakat Kalbar untuk memerangi kasus gizi buruk, Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar juga telah memerintahkan setiap petugas kesehatan di daerah, khususnya Puskesmas untuk melakukan upaya pencegahan dan melakukan promosi secara rutin. “Peran pemerintah daerah sangat dibutuhkan untuk menekan angka kasus gizi buruk yang terjadi di Kalbar, mengingat kasus tersebut kerap terjadi di daerah terpencil, khususnya masyarakat dengan tingkat ekonomi rendah, tingkat pendidikan rendah dan layanan kesehatan yang masih kurang,” kata Andy.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, sepanjang 2010, telah terjadi 439 kasus gizi buruk yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di seantero Kalbar. Dimana Kabupaten Kapuas Hulu menjadi penyumbang tertinggi kasus gizi buruk di Kalbar, yakni mencapai 117 kasus, sementara kasus terendah terjadi di Kabupaten Sekadau, yakni dua kasus gizi buruk. Selanjutnya di Kota Pontianak terjadi 23 kasus gizi buruk dan Kota Singkawang 12 kasus gizi buruk.

Selanjutnya prosentase kasus gizi buruk pada 2010 berada pada angka 0,6 persen dari sekitar 200 ribu bayi. “Angka tersebut mengalami penurunan cukup baik jika dibandingkan dengan tahun 2009 yang mencapai 0,8 persen,” kata Andy Jap.