Kenyataan ini sudah tentu memprihatinkan. Seharusnya, kegiatan ini tidak bernasib seperti itu. Desain kegiatan ini sangat besar dan seharusnya menarik perhatian. Besar karena melibatkan daerah kabupaten. Seluruh Kalbar. Bukan orang Pontianak saja.
Kegiatan ini juga besar karena melingkupi komunitas yang ada di Kalbar. Bukan terbatas orang Dayak, orang Melayu dan orang Cina. Tapi, sekali lagi semua budaya masyarakat yang ada di daerah ini. Seberapa besar keragaman masyarakat Kalbar, sebesar itulah kegiatan FBBK ini.
Lalu mengapa hal yang memprihatinkan itu bisa terjadi? Tentu kata kuncinya ada pada panitia penyelenggara. Penyelenggara tidak dapat menjalankan desain besar FBBK. Penyelenggara tidak mampu!
Lepas dari biaya yang diperlukan, seharusnya, panitia bisa bermula dari publikasi kegiatan. Kekurangan dan keistimewaaan kegiatan bisa mereka dedahkan kepada publik. Tapi kenyataannya? Media hampir tidak pernah mendapat pemberitahuan. Jangan kata melibatkan orang media dalam tim publikasi, rilis kegiatan juga tak nampak lembarannya.
Jika pun publikasi tidak menyentuh soal kegiatan, publikasi semestinya masih bisa menyentuh masalah keuangan yang dikeluhkan. Media pasti juga ikut prihatin jika panitia menghadapi masalah, karena media juga peduli terhadap pengembangan budaya khatulistiwa. Bagi media, FBBK adalah salah satu event penting.
Publikasi tidak berjalan. Informasi apapun ke public dari panitia kali ini hampir tidak ada. Hingga kemudian banyak orang terkejut ketika mendengar bahwa FBBK akan digelar. Pembukaan hanya beberapa hari lagi. Kenyataan ini sungguh amat disayangkan.
Tak bisakah panitia mendapatkan dukungan sponsor untuk kegiatan berkelas seperti pemilihan Bujang dan Dara? Tak maukah swasta yang selama ini menjadi mitra pemerintah dalam bidang pariwisata dan bidang-bidang lain turut menyukseskan kegiatan ini?
Melihat sukses yang dicapai oleh Panitia Gawai Dayak belum lama ini, melihat antusiasme masyarakat pada kegiatan itu, kita menganggap bahwa sesungguhnya, masalah kegiatan ini sebenarnya ada pada panitia penyelenggaranya. Panitia tidak maksimal. Faktor keuangan pasti hanya bagian saja dari banyak masalah yang mereka hadapi.
Oleh sebab itulah, kiranya, mereka harus melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan kegiatan kali ini. Jika masalahnya adalah pada ketidaksiapan orang per orang menjadi penyelenggara, tidak salahnya jika penyelenggara memanfaatkan jasa event organizer. Atau tidak salahnya mereka menggandeng pihak instansi lain yang mungkin orang-orangnya lebih ligat dalam bekerja.
Kita berharap, evaluasi ini akan menghasilkan pijakan perbaikan ke depan, sehingga pada akhirnya, penyelenggaraan tahun depan akan lebih baik dan sukses. SuksesĀ dari sisi persiapan, sukses dari sisi acara dan juga sukses dari sisi prestasi.
Pada akhirnya, bukan keluhan yang kita dengar dari penyelenggara. Tetapi, sebaliknya kita mendengar apresiasi dari sana sini. Semoga!
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
