Ekspo dagang yang dilakukan oleh Dewan Perniagaan dan Perindustrian Sarawak di Pontianak, hingga Senin ini merupakan bagian dari misi perdagangan yang dirintis oleh pengusaha dan pemerintah Negara ini. Pengusaha dan pemerintah ingin mengembangkan usaha dagang mereka, dengan menyatukan semua ‘pemain’ di lapangan sehingga dapat mengemban misi yang sama. Ada kesatuan.
Kita berharap pemerintah dan pengusaha kita dalam melihat sisi positif dari usaha ini dan belajar dari jiran itu. Kita berharap, harapan Sarawak agar ada peningkatan kerja sama dan transaksi perdagangan.
Sarawak ingin mengambil keuntungan dari hubungannya dengan Kalbar. Mereka menginginkan peningkatan nilai eksport dari Sarawak ke Kalbar yang tahun ini mencapai nilai RM55 juta.
Sarawak jelas melihat peluang mereka dalam berdagang. Sarawak dapat melihat dengan jelas bahwa Kalbar adalah salah satu pasar mereka dan potensinya masih sangat besar. Mereka dapat untung besar dari transaksi di batas ini.
Belum lama ini misalnya, Sarawak menyediakan pelabuhan darat di Tebedu. Pelabuhan darat ini sejalan dengan harapan mereka dapat ‘berbisnes’ dengan Kalbar.
Nah, kita mengharapkan Kalbar dapat melihat kenyataan yang sama, bahwa peluang Kalbar sesungguhnya jauh lebih besar dari Sarawak. Produk-produk Kalbar banyak yang menarik minat orang Sarawak. Barang-barang dari Kalbar (yang sebenarnya dari Pulau Jawa), disukai oleh orang-orang Sarawak. Orang Sarawak juga sering kali dapat melihat bahwa barang-barang di Kalbar lebih murah untuk ukuran kantong mereka.
Gambaran potensial dari bisnis ini sesungguhnya dapat dilihat dari bagaimana maraknya penyelundupan di batas ini. Penyelundupan marak karena peminat barang-barang selundupan banyak. Penyelundupan marak karena potensi penjualan besar. Untung besar. Seharusnya, penyelundupan ini mendorong pengambil kebijakan di Kalbar untuk membuat regulasi dan system yang solutif dari persoalan seperti ini. Pasti akan banyak keuntungan bisa diraih baik oleh masyarakat maupun oleh pemerintah, andai saja penyelundupan bisa diatasi dan diarahkan ke jalan yang benar.
Dalam soal bagaimana mengatasi soal ini, sekali lagi kita bisa melihat dari apa yang sudah dilakukan oleh Sarawak. Sarawak mengatasi penyelundupan dan memaksimalkan naluri bisnis mereka ketika menghadapi Brunei Darussalam dengan menjadikan Miri sebagai pusat bisnis perbatasan.
Miri, sebagai wilayah yang berbatasan dengan Brunei menjadi pusat transaksi yang utama, menjadi pusat bisnis di sini. Setiap akhir pekan, ramai orang Brunei yang datang ke Miri untuk berbelanja. Kedatangan ramai orang yang membawa dan membelanjakan banyak uang, membuat Miri mencapai kemajuan yang luar biasa.
Kiranya, Entikong sebenarnya dapat didesain menjadi seperti Miri untuk di masa-masa yang akan datang. Kiranya, masyarakat Kalbar di masa yang akan datang juga akan bisa mencapai kemajuan ekonomi seperti yang dicapai Sarawak hari ini. Kita tertinggal memang, tapi, tak apa-lahhhh.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
