Jangan anggap enteng dengan masalah sepele. Banyak kasus besar yang dipicu masalah sepele. Rusuh Sambas, pemicunya sepele hanya gara-gara sengolan dengan cewek sehingga memicu penyerangan salahsatu kelompok.
Jangan anggap enteng dengan masalah sepele. Banyak kasus besar yang dipicu masalah sepele. Rusuh Sambas, pemicunya sepele hanya gara-gara sengolan dengan cewek sehingga memicu penyerangan salahsatu kelompok.
Begitu pun dengan aksi saling serang antar mahasiswa Fisip dan Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura. Kabarnya penyebabnya sepele juga, hanya persoalan individu oknum yang bernama Cahyo yang belum jelas statusnya—apakah mahasiswa Fisip atau orang luar yang kebetulan bertandang ke Fisip punya persoalan dengan mahasiswa Fakultas Teknik.
Setelah dicari di Fisip dan tidak ketemu, oknum mahasiswa lalu membanting kursi di sekretariat bengkel seni Fisip. Tindakan itu bisa memicu kemarahan mahasiswa Fisip sehingga menyerang kampung Teknik.
Nah, terhadap hal-hal sepele seperti itu. Lalu jangan pula dianggap selepe. Harus ada penyelesaikan tuntas. Dan bagi yang bersitegang, mesti arif menyikapinya. Apalagi itu terjadi di dunia kampus, yang notabene kumpulan orang-orang pintar. Orang-orang yang berwawasan luas dan yang perlu menjadi catatan orang-orang yang punya rasa malu sangat tinggi.
Harusnya kalau sadar dengan posisi kampus sebagai kumpulan para intelektual, harusnya malu untuk berlaku anarkis. Jadi kalau anarkisme terjadi di kampus, tidak ada lagi bedanya dengan tempat yang tak enak disebutkan disini.
Dan bagi aparat keamanan, utamanya Polisi mesti tegas menyikapi persoalan seperti ini. Walau kadang otonomi kampus juga membatasi gerak langkap Polisi dalam menangani suatu perkelahiran, tapi mengingat untuk ketertiban umum, termasuk ketertiban masyarakat kampus, Polisi berkewajiban mengamankan kampus.
Semua pihak harus menyadari bahwa sekarang ini banyak celak yang coba dimanfaatkan oleh orang-orang tertentu. Orang yang tidak ingin kita ini aman, orang yang tidak mau daerah kita ini damai. Makanya siapa pun terutama aparat Kepolisian mesti sigap dan tanggap dengan situasi seperti tawuran antar fakultas itu.
Siapa tahu ada aktor di belakang tawuran tersebut. Atau paling mudah, orang masuk memanfaatkan ketegangan antar mahasiswa antar fakultas itu. Itulah hal-hal yang mesti diwaspadai.
Kita mesti selalu ingat, letupan-letupan kecil selalu menjadi pemicu kejadian yang lebih besar. Hendaknya beberapa kejadian itu menjadi catatan bagi kita untuk dijadikan pengalaman agar hal-hal kecil dan sepele tidak kita anggap sepele, tapi harus cepat diselesaikan dengan tuntas. Ingat kasus ini harus menjadi peringatan dini bagi kita, terutama daerah kita ini yang rentan sekali dengan anarkis dan rusuh. Semoga kita semua waspada.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
