You are here

Sintang Butuh SPBU BBM Non Subsidi

Pemilik SPBU Bujang Beji Sintang H.Gunawansyah mengatakan bahwa selama ini hanya dua SPBU yang selalu menjadi sorotan public. Padahal di Sintang ini terdapat 6 SPBU aktif yang juga mendapat jatah dari pertaminan dan memberikan layanan kepada masyarakat. Selama ini juga menurutnya quota BBM yang diberikan oleh pertamina jauh berkurang dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. “Tahun 2008 lalu kami mendapatkan jatah BBM dari Pertamina sebanyak 28 ton perhari, tapi sekarang ini kami hanya mendapatkan jatah 8 ton saja. Ini sangat tidak balance dengan kondisi pertambahan kendaraan dan kebutuhan masyarakat terhadap BBM yang begitu pesat,” ungkap Gunawansyah.

Oleh karena itu menurutnya dirinya memiliki pemikiran untuk membangun sebuah SPBU untuk BBM non subsidi. Ketika niatnya ini disampaikan kepada bupati Sintang, gagasannya mendapatkan sambutan yang baik. Bahkan bupati Sintang mengatakan bahwa pemerintah daerah siap membantu untuk berbagai administrasi perijinannya.

Keyakinan H. Gunawansyah untuk mendirikan SPBU BBM non subsidi cukup beralasan. Mengingat selama ini masyarakat Sintang telah terbiasa membeli BBM dengan harga non subsidi. Seperti harga BBM yang dijual di tingkat eceran dengan harga rata-rata jauh di atas HET yang ditentukan pusat. Saat ini saja harga BBM di tingkat eceran berkisar antara RP 6-7 ribu per liternya untuk jenis premium.