Meski hari sebelumnya turun hujan, cuaca cerah mendukung pelaksanaan sholat Idul Adha 1432 H, Minggu (6/11). Di stadion olahraga Baning terlihat ribuan jamaah mengikuti sholat dilapangan terbuka itu.
Bertindak sebagai iman Sopyan Hamzah dan khatib oleh Ustad Wiwik Suwito. Sejak pukul 06.00 pagi jamaah berbondong-bondong memadati lapangan, hingga tepat pukul 07.00 Sholat Id dilaksanakan.
Mengunakan alas tikar atau koran jamaah melaksanakan sholat, selain pria, wanita serta anak mengikuti sholat dengan khusuk. Ribuan jamaah yang menggunakan kendaraan roda dua dan empat serta berjalan kaki. Dalam pelaksanaan sholat idul adha ini selain Waka Polres Sintang, Kompol Yulianto, hanya terlihat beberapa petugas kepolisian berseragam.
Dalam khutbahnya, Wiwik Suwito mengajak umat muslim agar lebih bertaqwa kepada Allah SWT. Pengorbanan Nabi Ibrahim dan putra untuk mencari rido Allah SWT patut dicontoh. Maka kepada umat muslim yang mampu supaya dapat melaksanakan rukun islam kelima yakni melaksanakan ibadah haji. Selain itu juga kepada umat muslim yang mampu agar dapat berkurban seperti pengorbanan Nabi Ibrahim.
Pria yang bekerja di KPKN Sintang ini mengatakan kurban sangat besar maknanya, karena kurban merupakan bentuk kepedulian umat muslim kepada muslim lainnya yang kurang mampu. Menurut dia dengan kurban maka, umat muslim yang kurang mampu juga dapat merayakan Idul Adha.
“Pandangan orang terhadap islam juga perlu diluruskan, meski ada orang Islam yang melakukan korupsi namun ajaran Islam tidak mengajarkan untuk memakan hak orang lain. Tugas untuk meluruskan pandangan orang terhadap Islam yang negative menjadi tugas bersama umat muslim memperbaikinya,” tukasnya.
Dilapangan Kodim 1205 Sintang, bertindak sebagai Khatib yaitu Kepala Bappeda Kabupaten Sintang, H Mas’ud Nawawi. Selain itu disejumlah tempat juga dilaksanakan sholat id, selain dilapangan terbuka juga dilaksanakan dibeberapa masjid. Di masjid Nurul Iman Komplek Lapas Klas II B Sintang, diikuti sedikitnya 140 jamaah warga binaan sebutan untuk napi dan tahanan.
Menurut Sukani, pengurus Masjid Nurul Iman dimasjid berukuran 10 kali 13 meter ini selain warga binaan juga diikuti jamaah dari luar lapas. Menurut Sukani, bertindak sebagai imam merangkap khatib yakni Slamet Tarmiji. Dalam khutbahnya Slamet Tarmiji selain menyinggu pengorbanan nabi Ibrahim juga mengajak warga binaan untuk tabah menjalani binaan di Lapas Klas II B Sintang. “Hidup adalah perjuangan, hukuman yang dijalani hendaknya diartikan sebagai binaan dan jalani binaan itu hingga usai. Badai pasti berlalu, tidak ada orang yang dapat menolak takdir,” tukas Sukani melalui ponselnya mengikutip khutbah Slamet Tarmiji.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
