You are here

Ratusan Sapi Kurban Dipotong

Prosesi pemotongan hewan kurban sepertinya menjadi hiburan tersendiri bagi warga. Seperti pemotongan hewan kurban di masjid Al-Fajri, Baning Kota Sintang, banyak warga mengerubungi saat pemotongan hewan kurban dilakukan. Lokasi masjid Al-Fajri yang strategis, terletak di Jalan Oevang Oeray 24, Baning, membuat banyak warga yang ingin menyaksikan secara langsung proses penjagalannya.

Pantauan koran ini, Minggu (6/11/2011) pemandangan lebih menarik terlihat di Masjid Agung An-Nur Sintang, terlihat banyak warga yang menyaksikan puluhan panitia kurban bekerja. Setelah melalui proses pemotongan, dilanjutkan dengan proses selanjutnya dan dibagi-bagi dalam kantong yang ukurannya disesuaikan dengan jumlah yang akan dibagikan.

H Ulwan, ketua panitia kurban PHBI Baning Kota mengatakan untuk tahun ini Masjid Al-Fajri memotong empat sapi dan satu kambing. Keempat sapid an kambing itu, nantinya akan dikemas sekitar 200-an bungkus untuk dibagikan kepada masyarakat yang tidak mampu dan masyarakat sekitar masjid Al-Fajri.

“Kurban merupakan repleksi dari keimanan seseorang, kepedulian sosialnya serta juga merupakan ibadah kepada Allah SWT. Tidak hanya hubungan kepada penciptanya, tetapi juga hubungan kepada sesama manusia sangatlah penting, dan ini diwujudkan dalam kurban,” ucapnya.

Pria yang juga menjabat Kepala Madrasah Aliyah Negeri Sintang ini menambahkan bahwa seperti disebutkan dalam Qur’an surah Al-Haz yang artinya darah dan daging tidak sampai kepada Allah SWT kecuali taqwanya. Jangan lupa juga, menurut H Ulwan untuk memperhatikan hewan kurban, yaitu tidak sakit, tidak cacat dan sudah cukup umur. Lebih baik menurutnya lebih besar dan lebih gemuk. Serta perhatikan pisau untuk memotongnya, harus tajam agar tidak menyakitkan hewan kurban itu.

“Untuk melanjutkan program tahunan ini, masyarakat yang mampu dapat berpartisifasi untuk bergabung di Masjid Al-Fajri. Boleh utuh satu sapi atau kambing, yang sapi maksimal tujuh orang. Dapat juga dengan cara bulanan yaitu, Rp 100 ribu perbulan,” tukasnya mengajak.

Diantara para jamaah yang berkurban antara lain yaitu, Kepala Kantor Pemerintahan Desa Kabupaten Sintang, Hotler Panjaitan. Tampak hadir beberapa tokoh masyarakat seperti H Syukur, Taufan, Ustad Heidi dan Kades Baning Kota, Kayung, serta sejumlah masyarakat lainnya.

Di Masjdi Agung An-Nur, dipotong lima sapi dan dua kambing. Menurut panitia, Abdullah mengatakan rencana akan dibagi sekitar 700 bungkus. Selain kepada sejumlah masjid, mushola, panti asuhan yang telah menghubungi panitia, hewan kurban ini juga akan dibagikan langsung kepada masyarakat yang datang ke masjid Agung An-Nur.

Secara keseluruhan tidak kurang dari 200-an ekor sapi serta puluhan ekor kambing ditahun ini sembelih di Kota Sintang. Meski banyak yang tidak didaftarkan di PHBI kabupaten Sintang, yang terdata saja mencapai 199 ekor sapi. Sapi terbesar yang disembelih mencapai ratusan kilo gram.