Puluhan rumah di Desa Gurung Sengiang Kecamatan Serawai terancam hilang menyusul peningkatan abrasi pantai Sungai Melawi yang melintasi daerah tersebut. Hingga saat ini, separuh badan jalan desa yang terletak di bantaran Sungai Melawi telah hilang akibat abrasi pantai.
Puluhan rumah di Desa Gurung Sengiang Kecamatan Serawai terancam hilang menyusul peningkatan abrasi pantai Sungai Melawi yang melintasi daerah tersebut. Hingga saat ini, separuh badan jalan desa yang terletak di bantaran Sungai Melawi telah hilang akibat abrasi pantai.
“Pemerintah harus merespon hal ini dengan cepat, sebelum ada korban. Sebab kini tanah di tepi pantai terus longsor dan masyarakat sudah resah melihat hal itu,” ungkap Sandan, Anggota DPRD Sintang, dari Dapil Serawai-Ambalau saat ditemui di salah satu ruang komisi kantor dewan, Jumat (26/3) pagi kemarin.
Lebih lanjut politisi asal Gerindra ini mengatakan bahwa untuk menghentikan abrasi yang mengancam pemukiman warga maka setidaknya diperlukan bronjong atau barau. Dengan bronjong atau barao ini maka abrasi dapat dihindari. Sebab kini sudah tak ada lagi pohon di tepian pantai yang menjadi penahan tanah. Pohon-pohon yang ada di sekitar tepi pantai desa tersebut menurutnya telah hanyut pula terkena hempasan air.
“Sampai saat ini abrasi itu sudah terjadi di pantai sepanjang kurang lebih 100 meter, artinya penanganan abrasi di desa tersebut harus dilaksanakan segera. Kalau menunggu terlalu lama maka abrasi akan semakin meluas dan mengancam pemukiman warga,” pungkasnya.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
