You are here

Proses Pembangunan Bandara Tebelian Airport

Meski salah satu anggota Komisi V DPR asal Kalbar telah menyatakan bahwa Pasal 5 Keputusan Menteri Nomor 17 Tahun 2008 tentang pembangunan bandara di Kabupaten Sintang harus direvisi. Namun Bupati Sintang, Milton Crosby, mengatakan bahwa tidak pun direvisi pembangunan akan tetap berlanjut. Sebab kini Pemerintah Sintang telah memiliki izin dari menteri perhubungan.

Meski salah satu anggota Komisi V DPR asal Kalbar telah menyatakan bahwa Pasal 5 Keputusan Menteri Nomor 17 Tahun 2008 tentang pembangunan bandara di Kabupaten Sintang harus direvisi. Namun Bupati Sintang, Milton Crosby, mengatakan bahwa tidak pun direvisi pembangunan akan tetap berlanjut. Sebab kini Pemerintah Sintang telah memiliki izin dari menteri perhubungan.

“Tidak ada masalah apakah akan direvisi atau tidak. Kalaupun tidak saya siap mendatangkan investor dengan dana antara Rp 1-3 triliun,” tegasnya saat menggelar konferensi pers belum lama ini.

Hanya saja menurutnya hal itu belum bisa dibuktikan tahun ini. Sebab kini dirinya tengah mempersiapkan Pilkada dimana ia menjadi salah satu kandidat yang akan berkompetisi.

“Paling tidak dalam wkatu 3 tahun pesawat sudah bisa turun di bandara di kabupaten kita ini, karena memang kita diberikan limit waktu selama  5 tahun,” tambahnya lagi.

Sebab sebelumnya telah ada kabupaten di wilayah Kalimantan yang berhasil membangun bandara dengan tidak menggunakan dana dari pusat pula. Tepatnya di provinsi Kalimantan Timur, dimana salah satu bupati bisa mendatangkan dana yang nilainya mencapai kurang lebih Rp 45 triliun, guna pembangunan bandara.

“Kita juga sangat memungkinan untuk melakukan hal itu. Mengingat potensi SDA kita juga sangat luar biasa,” katanya.

Hanya saja, menurutnya birokrasinya harus diputuskan terlebih dahulu. Sehingga proses kerjasama yang dilakukan akan lebih mudah.

Tentang luasan run way yang sebelumnya disebut akan dibangun dengan luas 2,5 kilometer, menurutnya kemungkinan besar akan ditambah lagi. Sebab menurutnya biaya pembuatan run way dengan ukuran 2,5 kilometer dan 3 kilometer sama saja.

“Bandara ini saya berpikir untuk masa depan daerah dan anak cucu kita. Jadi bukan untuk kita hari ini. karena kalau bandara jadi, maka multiplayer effect-nya akan sangat baik untuk perekonomian masyarakat Sintang,” tegasnya.