Relokasi pasar sayur Sungai Durian ke kawasan Masuka Sintang diperkirakan belum bisa dilaksanakan tahun ini, sebab proyek senilai Rp 3 miliar dengan dana Ad Hoc dari pusat ini dipastikan tak bisa rampung lantaran masih kurangnya dana pembangunan.
Relokasi pasar sayur Sungai Durian ke kawasan Masuka Sintang diperkirakan belum bisa dilaksanakan tahun ini, sebab proyek senilai Rp 3 miliar dengan dana Ad Hoc dari pusat ini dipastikan tak bisa rampung lantaran masih kurangnya dana pembangunan.
“Sebenarnya kita ingin cepat rampungkan, tapi dana terbatas jadi penyelesaiannya bertahap. Untuk penyelesaiannya paling tidak satu tahun ke depan inilah,” ungkap Bupati Sintang, Milton Crosby, saat meninjau pasar tersebut kemarin.
Selain bangunan pasar, sejumlah fasilitas juga akan dibangun guna melengkapi pasar tersebut, antara lain terminal untuk bongkar muat barang, tempat parkir, saluran pembuangan limbah, tempat sampah dan pelebaran jalan untuk keluar masuk pasar.
“Kita akan hitung kembali sesuai dengan perencanaan yang ada dan target penyelesaiannya akan kita sesuaikan dengan kemampuan pendanaan daerah. Kalau tak bisa tahun ini, maka kita akan lanjutkan tahun depan,” katanya lagi.
Lebih lanjut Milton mengatakan bahwa Pasar Masuka tersebut kelak akan menjadi pusat ekonomi. Karena akan terhubung dengan Pelabuhan Sungai Ringin. Dengan masih lamanya penyelesaian pembangunan pasar tersebut, ia pun tak bisa memastikan kapan pedagang sayur di kawasan Sungai Durian akan dipindahkan ke pasar baru tersebut. namun diakuinya sejumlah lapak yang telah disiapkan untuk pasar tersebut telah dipesan oleh masyarakat.
Hal lain yang diperlu dilakukan adalah upaya peninggian lokasi pasar dan pembuatan drainase sebagai saluran pembuangan air. Sebab jika tidak pada saat musim hujan tiba, maka lokasi pasar akan tergenang.
Ditanya tentang fungsi Pasar Sayur Sungai Durian bila pedangangnya telah direlokasi ke Pasar Masuka, pria yang akan kembali berkompetisi mendapatkan kursi nomor 1 di Sintang ini mengatakan fungsi lokasi eks pasar sayur akan disesuaikan dengan tata ruang kota. “Karena masih kawasan pertokoan jadi kemungkinan besar kita gunakan sebagai gudang,” katanya.
Meski dana yang digunakan adalah dana tahun anggaran 2009 dan proyek tersebut harus rampung per 31 Desember 2009, Milton mengatakan bahwa pemerintah telah memberikan addendum. “Adendumnya yang jelas sampai semua proses selesai. Sebab memang dana kita kurang,” katanya.
Lebih jauh tentang kekurangan dana pembangunan Pasar Masuka tersebut, meski mengaku tak tahu berapa angka pastinya namun menurutnya sudah ada investor yang siap untuk melanjutkan proyek tersebut. Termasuk siap dalam hal pendanaan.
“Jadi selanjutnya nanti tinggal pengelolaannya saja yang diatur dan atau bisa saja nanti kekurangan dananya kita kembalikan kepada kontraktor tersebut,” ujarnya.
Sejumlah kelengkapan administrasi pembangunan Pasar Masuka tersebut dikatakan Milton telah dilengkapi, antara lain dokumen Amdal yang tidak penuh sehingga menggunakan UKL UPL.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
