You are here

Lebih Detail, SP2010 Gunakan 43 Variabel

Sensus Penduduk (SP) 2010 yang akan dilaksanakan  pada tanggal 1-31 Mei mendatang akan menghasilkan data kependudukan yang lebih detail. Pasalnya pada SP2010 ini, BPS akan menggunakan 43 variabel kepada setiap penduduk. Jumlah variable pertanyaan pada SP2010 ini lebih banyak hampir 3 kali lipat bila dibandingkan dengan SP2000 yang menggunakan 15 variabel.

Sensus Penduduk (SP) 2010 yang akan dilaksanakan  pada tanggal 1-31 Mei mendatang akan menghasilkan data kependudukan yang lebih detail. Pasalnya pada SP2010 ini, BPS akan menggunakan 43 variabel kepada setiap penduduk. Jumlah variable pertanyaan pada SP2010 ini lebih banyak hampir 3 kali lipat bila dibandingkan dengan SP2000 yang menggunakan 15 variabel.

Kabid Sosial BPS Kalbar, Duaksa Aritonang, pada sosialisasi SP2010 di Hotel Cika, Rabu (10/3) kemarin, mengatakan bahwa selain menggunakan variable lebih banyak dari SP2010, ada penambahan pula yaitu berupa scanner dan guillotine.  Selain itu peta yang digunakan juga kini menggunakan peta digital/citra satelit yang menggunakan GPS.

“Kita menggunakan lebih variable lebih banyak karena pemerintah ingin memotret dan mengetahui keberagaman dan dinamisasi kehidupan masyarakat secara lebih detail dan lengkap,” ungkapnya.

Duaksa juga mengatakan bahwa 43 variabel yang digunakan pada SP2010 diibaratkan sensus bagai memotret kondisi masyarakat baik dari depan, belakang, samping kanan dan kiri. Sehingga tidak ada dinamisasi kehidupan masyarakat yang terlewatkan. Ia juga mengatakan bahwa jumlah variable yang digunakan dalam SP2010 berkaitan dengan pendanaan yang digunakan. Untuk SP2010 sendiri dana yang diperlukan mencapai Rp 4 triliun lebih. SP2010 akan dilaksanakan pada 471 kabupaten/kota se-Indonesia dengan rincian 6.523 kecamatan, 88.361 desa, kurang lebih 64 juta rumah tangga, sekitar 232 juta

responden dan 726 ribu blok. Total jumlah petugas SP2010 secara nasional diperkirakan mencapai 700 ribu orang. Sementara di Kalbar, SP2010 serentak akan dilaksanakan di 8 kabupaten/kota. Enam kabupaten yang akan menyelenggarakan Pilkada jadwal SP2010 akan disesuaikan. Untuk menemui dan menanyakan 43 variabel SP2010 kepada sekitar 4.319.142 responden, diperlukan sekitar 12.500 petugas.

Output dari SP2010 sendiri akan digunakan oleh pemerintah baik pusat maupun daerah untuk membuat kebijakan. Misalnya dalam bidang pendidikan, data yang akan disajikan dari hasil SP2010 akan lebih detail. Termasuklah data tentang lama rata-rata masa pendidikan masyarakat di daerah tertentu. Dengan data ini maka menurut Duaksa, dinas pendidikan terkait dapat memperbaiki atau membuat kebijakan agar lama masa pendidikan masyarakatnya bisa lebih ditingkatkan. Setidaknya memenuhi ketentuan wajib belajar 9 tahun yang telah ditentukan secara nasional. Begitu juga dengan masalah kesehatan. Dengan informasi kesehatan yang terhimpun dari SP2010, maka dinas kesehatan bias menentukan kebijakan kesehatan yang lebih tepat bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala BPS Sintang, Buyung Sukowati mengatakan untuk SP2010 di

Kabupaten Sintang akan melibatkan sekitar 1056 petugas. Seluruh petugas akan disebarkan ke 14 kecamatan. Terkait biaya SP2010 di Sintang, ia mengatakan setidaknya BPS provinsi telah mematok pagu dana seniliai kurang lebih Rp 4 miliar.

Terkait penjadwalan survey yang bertabrakan dengan pelaksanaan Pilkada, Buyung mengatakan bahwa BPS provinsi telah memberikan dispensasi pada 6 kabupaten di Kalbar. SP2010 di 6 kabupaten tersebut bisa dilaksanakan pada 1-14 Mei, kemudian dilanjutkan kembali pada 1-16 April. “Intinya waktu survey itu ditentukan selama satu bulan,” tegasnya.