Tiga kelompok tani yang berasal dari Kecamatan Kelam Permai, Tempunak dan Ketungau Hilir mendapatkan bantuan berupa hand traktor dari pemerintah provinsi. Dua hand traktor telah diserahkan beberapa waktu lalu, sedangkan 1 unit lagi diserahkan kepada kelompok tani Mekar Sari Desa Semajau Mekar Kecamatan Ketungau Hilir. Penyerahan hand traktor tersebut dilakukan oleh Bupati Sintang di depan rumah jabatan, Rabu (24/3) sore kemarin.
Tiga kelompok tani yang berasal dari Kecamatan Kelam Permai, Tempunak dan Ketungau Hilir mendapatkan bantuan berupa hand traktor dari pemerintah provinsi. Dua hand traktor telah diserahkan beberapa waktu lalu, sedangkan 1 unit lagi diserahkan kepada kelompok tani Mekar Sari Desa Semajau Mekar Kecamatan Ketungau Hilir. Penyerahan hand traktor tersebut dilakukan oleh Bupati Sintang di depan rumah jabatan, Rabu (24/3) sore kemarin.
Kepala Dinas Pertanian Sintang, Arbudin, kepada Wartawan Tribune, menjelaskan bahwa bantuan hand traktor dari pemerintah provinsi di tahun 2009 lalu adalah 3 unit. Hand traktor yang ketiga akhirnya diserahkan kepada kelompok tani dari Ketungau Hilir.
“Sebenarnya kebutuhan petani kita akan hand traktor sangat tinggi. Namun karena keuangan daerah tidak mampu, maka tahuun 2009 dan 2010 ini kita mendapatkan bantuan dari pemerintah provinsi,” paparnya.
Jika dinominalkan bantuan dari Pemprov berupa tiga unit hand traktor tersebut senilai dengan kurang lebih Rp 500 juta. Di tahun 2010 sendiri menurut nominal bantuan akan meningkat dan tidak hanya dalam bentuk hand traktor saja. Namun ada sejumlah alat pertanian lain seperti alat pemanen juga akan diserahkan kepada kelompok tani.
Dikatakan Arbudin, bahwa saat ini ada sekitar 375 kelompok tani di Kabupaten Sintang. karena jumlah bantuan yang terbatas sedangkan jumlah kelompok tani sangat banyak, maka pihaknya melakukan seleksi. “Bantuan itu kami serahkan kepada kelompok tani yang memiliki lahan pertanian menetap seperti di Semajau Mekar ini. Karena petaninya telah mengembangkan lahan sawah,” ujarnya.
Bantuan hand traktor sendiri menurutnya tidak serta merta berupa bantuan begitu saja. Ada kerjasama antara pemerintah provinsi, kabupaten dan kelompok tani yang harus dijalin. Pembelian hand traktor sendiri dilakukan dengan pola kredit. Pihak Pemprov memberikan bantuan sebesar 50 persen dari harga barang. Sisanya sebesar 50 persen lagi menjadi tangungjawab pemerintah kabupaten dan kelompok tani.
Mantan camat Tempunak ini yakin bahwa pemberian bantuan berupa han traktor kepada petani memberikan pengaruh yang besar dalam budidaya tani sendiri. Menurutnya dengan menggunakan hand traktor petani dapat menghemat biaya sampai 50 persen untuk pengolahan tanah. Selain itu dengan menggunakan hand traktor waktu pengolahan tanah menjadi lebih singkat sehingga petani dapat melakukan 3 kali tanam dalam setahun.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
