Deraan kanker paru-paru yang baru diketahui 3 minggu terakhir ini ternyata membuat Iptu Mahmudin Daud tak lagi mampu bertahan hidup. Tepat pukul 01.55, Jumat (26/3) dini hari, pria yang masih aktif menjabat sebagai Kapolsek Kecamatan Serawai ini menghembuskan nafas terakhir.
Deraan kanker paru-paru yang baru diketahui 3 minggu terakhir ini ternyata membuat Iptu Mahmudin Daud tak lagi mampu bertahan hidup. Tepat pukul 01.55, Jumat (26/3) dini hari, pria yang masih aktif menjabat sebagai Kapolsek Kecamatan Serawai ini menghembuskan nafas terakhir.
Dikisahkan Darmono, menantu almarhum, sejak bulan Februari lalu mertuanya memang telah kembali ke Sintang lantaran keluhan sakit. Almarhum sempat dirawat di salah satu rumah sakit di Pontianak. Namun lantaran kanker paru-parunya sudah mencapai stadium 3, maka dokter yang menanganinya angkat tangan.
“Bahkan tim dokter yang menangani memvonis bapak hanya mampu bertahan 3 bulan saja,” ungkapnya.
Iptu Mahmudin Daud, pria kelahiran Sambas pada Januari 1953 ini meninggalkan seorang istri dan 3 orang anak. Anak bungsunya kini masih mengenyam pendidikan di salah satu SMP di kota ini.
Dimata salah satu stafnya Bataud Polsek Serawai, Bripka Viktor Hendra Simanjutak, Alm Iptu Muhtadin Daud adalah sosok pekerja keras.
“Beliau selalu memberikan dorongan, masukan kepada para jajaranya dalam menjalankan tugas,” katanya.
Iptu Mahmudin Daud sendiri telah bertugas sebagai Kapolsek Serawai sejak 2008 lalu.
“Beliau sosok yang ulet dan perhatian kepada anak buahnya. Bahkan semasa hidupnya beliau tak segan-segan untuk berkunjung ke rumah anak buahnya. Kami sangat merasa kehilangan,” ungkap Bripka S Aritonang, mantan Kanit Reskrim Polsek Serawai yang kini telah berpindah tugas ke Mapolsek Tempunak.
Almarhum disemayamkan di rumah duka, dan setelah disalatkan, almarhum akan dimakamkan di TPU Tanah Merah Baning Pantai Desa Baning Kota Sintang. Informasi yang terhimpun di lapangan bahwa di tahun 2011 nanti, almarhum akan memasuki usia pensiun.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
