Kondisi infrastruktur di Kabupaten Sintang saat ini banyak ditemui dalam kondisi rusak parah. Seperti yang terjadi di jembatan dan jalan di Dusun Semirah Desa Tanjung Hulu Kecamatan Sepauk. Bahkan kondisi jembatan yang nyaris ambruk itu terdapat lubang yang cukup besar, jika tidak hati-hati maka pengguna kendaraan akan celaka.
Bahkan ketika koran ini melintasi jembatan itu, sempat dua buah mobil terperosok. Satu buah pick up KB 8503 EA dan satu buah truk KB 9782 HI yang keduanya bermuatan air. Setelah berusaha cukup lama, kedua mobil itu baru dapat keluar dari lubang jembatan.
“Papan jembatan sudah banyak patah, masyarakat secara swadaya sudah berupaya untuk memperbaikinya, namun upaya itu tidak dapat banyak menolong sehingga uluran tangan pemerintah sangat diharapkan,” ucap salah seorang tokoh masyarakat Sepauk Ade Masdar kepada koran ini, Jumat (4/11) kemarin.
Pria tua ini berharap agar Pemerintah Kabupaten Sintang dapat memperbaiki jembatan dan jalan yang rusak parah ini, karena menurut dia keberadaan jembatan yang menghubungkan Kecamatan Sepauk dengan Kabupaten Sintang dan lainnya merupakan akses satu-satunya. Jika jembatan itu tidak dapat dilalui maka perekonomian Sepauk akan terancam.
”Saat ini saja, dengan kondisi jalan dan jembatan yang tidak kunjung beres membuat beberapa harga kebutuhan meningkat. Hal ini karena tingginya ongkos angkut membuat pedagang membebankan harga itu kepada konsumen. Maka jika terus dibiarkan maka roda perekonomian warga Kecamatan Sepauk akan terancam,” nilai Ade Masdar.
Di tempat yang sama, Syarfi Briliant Aquari Alkadri salah seorang pengguna kendaraan, mengatakan bahwa kondisi jembatan itu sudah cukup lama terjadi, dirinya merasa heran kenapa hingga kini belum ada perhatian pemerintah. ”Apakah menunggu jembatan ini ambruk baru diperbaiki,” ucapnya dengan tanya.
Billy sapaan pria ini menilai bahwa Pemerintah Kabupaten Sintang lambat dalam menanggani infrastruktur jalan dan jembatan. Selain itu katanya, penangganan juga tidak akurat, pasalnya ketika baru diperbaiki tidak terlalu lama, kondisinya kembali rusak parah.
“Kontraktor pelaksana juga harus serius menanggani pekerjaan, jangan hanya ingin mencari keuntungan sebesar-besarnya, tidak mengindahkan kualitas. Oleh karena itu pemerintah harus selektif menunjuk kontraktor pelaksana. Selain itu, UPJJ (Unit Pemeliharaan Jalan Jembatan) tidak berjalan, pasalnya melihat kondisi jembatan Sepauk yang hampir menelan korban jiwa itu mustahil pemerintah tidak tahu akan hal itu,” kritik Billy.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
