You are here

Atasi Ancaman Kelangkaan BBM

Meski saat ini jumlah SPBU di Kabupaten Sintang terus bertambah, persoalan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) terus saja terjadi. Sejak SPBU hanya ada satu hingga saat ini berjumlah empat, persoalan kelangkaan BBM kerap terjadi.


Kamis (10/11) kembali diresmikan satu lagi SPBU sehingga berjumlah lima guna mengatasi kelangkaan BBM di Sintang. Bupati Sintang, Milton Crosby saat peresmian SPBU yang berlokasi di jalan protokol, persisnyadi kawasan Tugu BI berharap agar pertamina dapat membangun SPBU non subsidi di Kabupaten Sintang. “Persoalan harga tidak menjadi masalah, yang penting minyak ada. Oleh karena itu saya berharap agar dapat dibangun SPBU non subdisi di daerah ini, agar permasalahan BBM tidak terjadi lagi,” pinta Bupati pada peresmian SPBU 64.7812.

Milton Crsoby yang didampingi istrinya Ny. Katty Evelina mengatakan daya beli masyarakat di Kabupaten Sintang cukup tinggi. “Harga bukan persoalan utama, yang penting barang ada,” kata Bupati optimis.

SPBU Dodo yang diresmikan kemarin ini, bertype E dengan dispenser tiga serta 10 nozle. “Kami berjanji akan membatasi pengisian agar dapat melayani lebih banyak pengguna kendaraan. Untuk mobil kapasitas standar tangkinya adalah 40 liter. Jika menggunakan tangki “siluman” lebih dari itu, tidak akan kami layani,” janji Edi Kristian (26) menejer SPBU Ghulam Mohamad Sharon kepada sejumlah wartawan sebelum acara.

“Dengan SPBU type E ini, kami mempunyai jatah perhari 20 kiloliter pertamaz plus, 20 kiloliter premium serta 30 kiloliter solar. Semoga saja, dengan jatah sebesar itu dapat melayani pengguna kendaraan bermotor hingga 24 jam,” tambahnya.

“Akan ditindak tegas staf SPBU kami, jika melayani kendaraan dengan tangki siluman. Pendirian SPBU ini untuk mengatasi kelangkaan BBM didaerah ini. Pembelian dengan jumlah banyak cenderung akan disalurkan bukan pada golongan yang seharusnya menerima subsidi,” janji Ghulam Murtaza pemilik SPBU.