Pelaksaan Sembahyang Kubur atau Cengbeng oleh masyarakat Tionghoa di Kota Singkawang menjadi target pengamanan yang dilakukan oleh Polres Kota Singkawang. Demikian dikatakan Kapolres Kota Singkawang, AKBP Tony Ep Senambela melalui Kabag Ops, AKP Jamhuri Nurdin, Jumat (19/3).
“Kita siap mengamankan aktivitas sembahyang kubur masyarakat Tionghoa di Kota Singkawang,” katanya saat ditemui. Sembahyang kubur sendiri akan dimulai pada hari Minggu (21/3), besok. Pelaksanaan sembahyang kubur biasanya berjalan lima belas hari.
Perwira berpangkat tiga balok ini mengatakan, pengamanan yang dilakukan bukan berbentuk operasi, melainkan hanya peningkatan kegiatan. Pasalnya pada tahun tahun sebelumnya, pengamanan kegiatan sembahyang kubur hanya bersifat biasa.
“Karena kegiatan ini banyak melibatkan masyarakat, kita berinisiatif untuk melakukan pengamanan lebih ekstra,” kata Jamhuri.
Pengamanan yang dilakukan juga dimaksudkan untuk mengantisipasi tindak kejahatan yang sewaktu waktu dapat terjadi.
“Kita tidak ingin sembahyang kubur ini dimanfaatkan oknum masyarakat untuk berbuat kejahatan. Karena itu pengamanan ini bertujuan untuk mengantisipasi segala bentuk tindak kejahatan itu,” terang Jamhuri.
Salah satu tindak kejahatan yang kerap kali terjadi seperti premanisme dengan pemalakan. Kejahatan lain seperti pencurian kendaraan bermotor atau lebih dikenal dengan curanmor.
“Beberapa hari ini curanmor di Singkawang nihil, dan kita terus berupaya agar curanmor tidak terjadi lagi,” kata Jamhuri.
Untuk pengamanan sembahyang kubur itu, Polres Singkawang menurunkan lima puluh personil. Personil personil akan ditempatkan di tiga belas titik pelanksanaan sembahyang kubur di Singkawang.
“Jumlah personil dalam satu titik flexible,” Jamhuri memperjelas.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
