Nenas menjadi salah satu komuditi utama pertanian di Kecamatan Singkawang Utara Kota Singkawang. Komoditi unggulan itu mendapatkan perhatian Walikota Singkawang, Hasan Karman.
Hasan Karman datang bersama Camat Singkawang Utara, Momie, Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan, Agus Prayitno, dan Kepala Dinas Bina Marga ESDM, Rasiwan. Para pejabat itu datang pada Rabu, (17/3). Kedatangan mereka untuk mendengarkan kendala-kendala yang dihadapi oleh petani.
Thamrin Ketua Kelompok tani Harapan Maju, menceritakan hamparan luas kebun nanas yang ada di Setapuk sangatlah banyak buahnya, tetapi untuk membawanya keluar saja dengan kondisi jalan yang kecil dan becek mungkin hanya 20 sampai 25 persen yang dapat dibawa keluar untuk dijual sehingga banyak yang tidak dapat dikeluarkan untuk dijual.
Hendri yang merupakan utusan dari PT Argo Industri Sari Murni (perusahaan swasta) mengatakan perusahaan penggolahan ekstrak nenas dengan satu unit mesin yang memerlukan bahan baku untuk satu jam sekitar 30 ton, rata-rata satu hari memerlukan bahan sekitar 450 ton, paparnya. Bahkan untuk daun nenas pun dapat digunakan untuk serat yang dapat diolah menjadi serat benang, tambah hendri.
Hendri menjelaskan bahwa Singkawang ini masih banyak peluang melihat lahan yang ada sangat cocok untuk nenas di Setapuk Besar, Setapuk Kecil, Sungai Rasau, sampai Sungai Bulan. Jadi jika bahan baku kontinu, kontrak yang telah di buat dengan kelompok petani pada tahap awal tiga tahun ini dapat berjalan baik, boleh jadi akan diperpanjang. Jelasnya.
Dalam pertemuan itu, Hasan Karman, mengatakan bahwa pola kemitraan antara petani dan pengusaha dalam mengembangkan pertanian perlu mendapat perhatian dari pemerintah, untuk penggunaan teknologi pertanian baik cara-cara yang baik untuk penanaman dapat dibina oleh Dinas Pertanian, untuk itu juga diperlukan perhatian dari tenaga penyuluh dan jika sudah baik petani memproduksi yang tidak kalah penting adalah pemasarannya.
Hal lain untuk keberhasilan petani adalah infrastruktur jalan, bagaimana akses jalan sangatlah mempengaruhi, petani akan membawa keluar hasil nenasnya sehingga mudah untuk diangkut oleh pihak pengusaha. Walikota mengatakan untuk tahap awal ini akan melakukan pengerasan jalan untuk mempermudah akses.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
