You are here

APBD Kota Singkawang 2010, Anggaran Pembangunan Infrastruktur Hanya Rp 15 Miliar

Anggaran pembangunan infrastruktur di Kota Singkawang pada 2010 mengalami penurunan yang signifikan dari tahun sebelumnya. Sebelumnya, pada 2009 anggaran infrastruktur mencapai sebesar Rp 40 miliar, sedangkan 2010 hanya berkisar Rp 15 miliar.

Anggaran pembangunan infrastruktur di Kota Singkawang pada 2010 mengalami penurunan yang signifikan dari tahun sebelumnya. Sebelumnya, pada 2009 anggaran infrastruktur mencapai sebesar Rp 40 miliar, sedangkan 2010 hanya berkisar Rp 15 miliar.

“Anggaran infrastruktur untuk tahun 2010 mengalami penurunan. Penurunan itu terjadi secara menyeluruh pada dinas-dinas lainnya,” ungkap Kepala Dinas Bina Marga Kota Singkawang, Rasiwan.

Rasiwan memperkirakan, anggaran untuk pembangunan infrastruktur pada 2010 mencakup dana alokasi khusus (DAK) berkisar Rp 3 miliar, sementara untuk dana alokasi umum (DAU) sebesar Rp 12 miliar. “Dengan anggaran yang berkurang itu, banyak pembangunan yang kita rencanakan menjadi tertunda,” jelasnya.

Secara terpisah, anggota DPRD Kota Singkawang, Tambok Pardede mengharapkan, anggaran yang ada digunakan secara tepat guna, sehingga menyentuh semua lapisan masyarakat. Pembangunan yang mampu mendongkrak perekonomian masyarakat di kota yang berjuluk ‘Seribu Kelenteng’ tersebut.

Dia lantas menyebutkan apa saja yang bisa dilakukan oleh Pemkot. Sebut saja, dengan membangun sejumlah gang yang masih belum di aspal, seperti sejumlah jalan di kawasan Singkawang Timur maupun Singkawang Barat.

“Jangan menggunakan anggaran itu untuk mengaspal jalan yang masih bagus,” ingat Tambok Pardede saat ditemui di ruang Komisi A DPRD Kota Singkawang, Selasa (2/3) kemarin.

Sementara itu, Su Mian, anggota DPRD Kota Singkawang di daerah pemilihan (dapil) Singkawang Timur Selatan mengharapkan, dana sekecil itu harus digunakan pada sasaran pembangunan yang menyentuh secara langsung kepentingan masyarakat di Kota Singkawang.

“Terutama masyarakat pertanian, dimana pembangunan infrastrutktur tersebut sangat diperlukan terutama yang menyangkut hasil pertanian,” jelas Su Mian saat ditemui di ruang Komisi A DPRD Kota Singkawang.

Dia menambahkan, walaupun anggaran dana yang besar, apabila digunakan tidak tepat sasaran dan tidak menyentuh secara langsung kepentingan masyarakat juga mubazir.

“Gunakan anggaran itu sebaik-baiknya,” tegas Su Mian.