You are here

Warga Sambut Baik Lokasi SPBB Dipindahkan

Warga di tiga kecamatan menyambut baik pemindahan operasi stasiun pengisian bahan bakar (SPBB) yang melayani di pusat kota Sungai Ayak, Kecamatan Belitang Hilir.

Keberadaan SPBB sendiri resmi beroperasi hanya satu-satunya di pusat kota kecamatan, namun warga di pedalaman mengaku lebih mudah mendapatkan BBM ketimbang mereka harus mengantre berjarak 21 kilometer ke Kota Sekadau dari Desa Sungai Ayak.

“Sekarang lebih enak lah dapat bensin untuk dibawa ke kampung ketimbang kami harus membeli jauh-jauh ke Sekadau sana. Walaupun sebenarnya bensin dan solar di SPBB kadang-kadang ada kadang habis karena pembelinya banyak,” kata Hendrik, Warga Sungai Ayak, Rabu (26/10).

Ia juga menyambut baik kebijakan kasih kepada Pemkab Sekadau, khususnya Disperidagkop dan UKM yang sudah memberi izin operasi secara resmi SPBB di daerah mereka. Dampak positif dari pemindahan SPBB tersebut menjawab kelangkaan serta mahalnya harga BBM di tiga Belitang meski belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat setiap harinya.

Untuk diketahui, kelangkaan dan mahalnya harga BBM di Tiga Belitang memang susah dijawab. Sebab sulitnya mobilitas angkutan barang dan tingginya permintaan konsumen BBM memicu tingginya patokan harga premium dan bahan bakar solar. Pada Maret lalu, di Balai Sepuak harga premium per liter sempat menembus harga Rp 12.000 dan berimbas dari kelangkaan. Parahnya lagi, di pedalaman Belitang Hulu harga solar per liter berkisar Rp 15.000-16.000. Hingga kemarin harga BBM jenis premium di pusat Kota Belitang Hilir bervariasi mulai dari Rp 6.000-7.000 per liter.

 “Mudah-mudahan dengan adanya SPBB di Belitang ini penjual eceran juga senenaknya mematok harga,” kata Joy warga Belitang Hulu.