You are here

Warga Keluhkan Jalan Nasional Berlumpur

Sejumlah warga di Kota Sekadau mempersoalkan jalan di sekitar kota berlumpur dan licin. Parahnya lagi kondisi jalan tersebut terjadi pasca hujan turun. Lihat saja di sepanjang jalan nasional di dalam kota yang berlumpur di beberapa lokasi terparah. Misalnya di depan Jalan Keramat, persimpangan Jalan Abadi, perempatan Kantor PLN, dan di depan Bank BNI.

Warga Kota Sekadau tak hanya mempersoalkan jalan berlumpur di beberapa titik, namun mereka mengeluhkan kondisi jalan negara yang sedang dikerjakan oleh pihak ketiga berlumpur ketika hujan turun terutama di perempatan kantor PLN menuju kantor satu atap Disdukcapil.

“Saya paling malas keluar kalau sudah hujan. Motor selalu kotor kena lumpur,” kata Aan warga Sekadau, Selasa (8/11).

Saat ini memang jalan nasional sedang dikerjakan di wilayah kota oleh kontraktor PT Angkasapuri Konsursindo (PT AK). Bahkan pihak perusahaan berani mengklaim keluhan warga dapat terjawab usai hasil kegiatan perbaikan dan peningkatan dan pelebaran jalan nasional sepanjang 12 kilometer dari arah Sanggau menuju Sekadau.

Tak tanggung-tanggung dana APBN 2011 dianggarkan khusus oleh pemerintah pusat senilai 47 miliar lebih sesuai dengan permintaan Pemkab beserta Pemprov. Pembangunan jalan itu sendiri sudah dinantikan masyarakat sejak tiga tahun terakhir. “Kita harap hasil pekerjaan mereka tetap waktu dan utamakan mutu,” kata Aan.

Penanggungjawab teknis PT AK, Saiful mengatakan akan bekerja profesional. Bahkan pihak perusahaan berjanji akan membuat kenang-kenangan yang indah bagi warga Sekadau dengan berencana memaksimalkan mutu pekerjaan nanti.

“Saya ingin membuat kenangan baik di Sekadau. Kalau ditunggu PKK ini memang tidak ada di dalam perencanaan pengaspalan namun ini inisiatif kita,” katanya.

Selain Aan, sejumlah warga yang lain juga mempermasalahkan jalan yang sudah dipoles aspal sudah mulai retak, padahal baru saja diaspal. Menurut pengamatan mereka seperti pondasi jalan kurang kuat menahan beban kendaraan. “Saya lihat di depan asrama putra itu sudah mulai retak, padahal baru diaspal,” kata Dewi warga sekitar.

Padahal harapan masyarakat Sekadau sederhana, hanya meminta jalan di sekitar kota mulus usai kegiatan pekerjaan proyek.