You are here

TKI Jangan Tergiur Gaji Besar

Maraknya Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di negara jiran Malaysia, dengan iming-iming gaji yang tinggi membuat warga negara Indonesia secara umum, masyarakat Kabupaten Sekadau secara khususnya tertarik untuk mengadu nasib di sana.

Wakil Bupati Sekadau, Rupinus, mengimbau masyarakat supaya tidak tergiur dengan iming-iming gaji besar untuk bekerja di Malaysia.


Dirinya lantas menyebut kasus yang menimpa Paskaria Astuti, (17) asal Baak Kemuyuk, Kecamatan Nanga Mahap, Kabupaten Sekadau, yang merupakan salah satu korban tenaga kerja wanita (TKW) yang disiksa oleh sang majikan di negeri jiran Malaysia.


Kasus yang dialami Paskaria, kata Rupinus, bisa dijadikan sebagai salah satu contoh sekaligus efek jera bagi TKI yang ingin bekerja di Malaysia.

“Jangan hanya gara-gara iming-iming gaji besar, tetapi ketika pulang ke daerah asalnya membawa kondisi yang sangat memprihatikankan,” kata Rupinus mengingatkan.


“Iming-iming gaji yang besar dan kehidupan yang mapan tak menjadi jaminan, karena resiko dari pekerjaan itu banyak yang mengakibatkan berakhir dengan penyiksaan,” timpalnya.


Menurutnya, sebaiknya sebelum bekerja ke luar daerah ataupun di luar negeri, sebaiknya TKI harus memiliki keahlian yang handal agar dapat mengerjakan pekerjaan dengan baik. Wabup juga minta masyarakat supaya memiliki KTP sebagai identitas diri.

“Kebanyakan TKI yang bekerja di Malaysia tidak memiliki identitas diri seperti KTP dan paspor. Kalaupun ada, itu mereka buat di Entikong, tidak melalui kecamatan,” tandasnya.